Berita Viral
VIRAL, Lantaran Nilai Rapor SMA Jelek, Pria Ini Ditolak saat Sewa Rumah, si Pemilik Pengin Nilai 90
Bagi banyak orang, nilai rapor SMA yang jelek mungkin tidak akan mempengaruhi hidup mereka. Apalagi jika mereka kuliah dan memiliki nilai kelulusan
TRIBUN-MEDAN.com - Bagi banyak orang, nilai rapor SMA yang jelek mungkin tidak akan mempengaruhi hidup mereka.
Apalagi jika mereka kuliah dan memiliki nilai kelulusan yang lebih baik.
Namun, apa yang terjadi pada pria ini di luar dugaan.
Bagaimana tidak, lantaran nilai rapor SMA-nya jeblok alias jelek, ia harus menahan pilu karena tak bisa menyewa rumah.
Peristiwa ini terjadi pada seorang pria di Bengaluru, India. Sang pemilik properti menolaknya saat akan menyewa rumah.
Pria bernama Subh melalui media sosial Twitter membagikan pengalaman memilukan ketika sepupunya gagal menyewa rumah lantaran permintaan rumit dari tuan tanah.
Seperti yang diketahui, daerah Bengaluru di India telah mengalami permintaan yang tinggi untuk properti sewaan.
Ini akibat dari meningkatnya migrasi bisnis perangkat lunak dan insinyur ke kota tersebut.
Perburuan rumah untuk kelas pekerja menjadi lebih sulit di daerah tersebut.
Hal tersebut terjadi karena adanya masalah seperti kenaikan sewa dan permintaan uang jaminan yang sangat tinggi dari tuan tanah.
Memanfaatkan permintaan rumah yang tinggi, tuan tanah juga memberi tekanan ekstra pada penyewa.
Tuan tanah atau pemilik properti meminta penyewa untuk berbagi de yang tidak perlu.
Tuan tanah sering meminta calon penyewa profil LinkedIn mereka.
Selain itu, pihaknya juga meminta serta tentang perguruan tinggi penyewa bahkan otobiografi singkat.
Penyewa di Bengaluru semakin banyak curhat di media sosial tentang masalah perumahan mereka di ibu kota IT itu.
Dilansir dari NDTV, saat ini, postingan tentang masalah unik yang dihadapi penyewa menjadi viral di media sosial.
Tweet tersebut, oleh pengguna bernama Shubh, mengatakan bahwa seorang tuan tanah menolak untuk menyewakan rumah kepada sepupunya di Bengaluru karena punya nilai buruk di kelas 12.
Seorang pengguna Twitter bernama Shubh membagikan tangkapan layar percakapan di mana pemilik menolak calon penyewa.
Hal itu dikarenakan sepupunya memiliki nilai kelas 12 rendah.
Nilai yang tinggi saat SMA menjadi syarat dalam menyewakan properti rumah.
Mendapati penolakan tersebut, Subh tak percaya.
Dirinya merasa pemilik properti terlalu berlebihan dalam memberikan kriteria.
"Saya tidak percaya saudara sepupu saya ditolak menyewa flat oleh pemilik karena dia mendapat 75 persen di kelas 12 dan pemilik mengharapkan setidaknya 90 persen," tulisnya.
Diketahui, masalah bagi penyewa bertambah dari hari ke hari karena tuan tanah meminta terlalu banyak detail yang tidak perlu.
Selain detail kriteria yang dianggapnya neyeleneh, pemilik properti juga menjatuhkan harga sewa yang tinggi.
Para tuan tanah di kota itu, sering disebut sebagai Silicon Valley India, kini membebankan proporsi tertinggi dari nilai properti mereka sebagai sewa.
Hal tersebut dinilai mengalahkan pusat keuangan Mumbai, menurut data dari peneliti pasar.
Diketahui, ibu kota negara bagian Karnataka adalah rumah bagi lebih dari 1,5 juta pekerja.
Tak sedikit pekerja dari perusahaan global seperti Google Alphabet Inc, Amazon.com Inc, Goldman Sachs Group Inc, dan Accenture Inc tinggal di Karnataka.
Populasi tersebut esempat menurun selama pandemi, dengan staf pindah ke pekerjaan jarak jauh atau meninggalkan kota.
Harga sewa properti pun sempat turun.
Meski demikian, daerah tersebut terus bangkit beriringan dengan perkembangan nilai ekonomi India pasca Covid 19.
Dengan ekonomi Bengaluru dan sektor swasta bangkit kembali, tuan tanah mencari untuk menutup pendapatan yang hilang dan menemukan diri mereka di pasar penjual.
Hal itu sedikit menyulitkan para pencari properti untuk membeli maupun menyewa.
(*/Tribun-Medan.com)
Artikel ini telah tayang di TribunNewsmaker.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ilustrasi-rumah-KPR.jpg)