Jelang Lebaran Penyebaran Covid-19 Meningkat, 18 Orang Meninggal, Jokowi Ingatkan Lagi Prokes

Penggunaan masker penting untuk melindungi diri dan orang sekitar. Masker perlu digunakan, tidak hanya pada orang yang sakit.

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
Freepik
Ilustrasi 

TRIBUNN-MEDAN.com - Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada di tengah peningkatan kasus Covid-19.

Masyarakat juga diminta tetap waspada dengan tetap menjalankan protokol kesehatan (Prokes), vaksinasi dan memakai masker.

Terkait ini, Peneliti Keamanan dan Ketahanan Kesehatan Global Dicky Budiman turut mengingatkan pentingnya penggunaan masker.

Apa lagi dengan adanya peningkatan kasus jelang lebaran.

"Masker masih terus penting. Tapi tidak selalu harus pakai masker. Tapi kalau konteksnya mudik, lebaran banyak orang pakai masker," kata Dicky pada Tribunnews.

Penggunaan masker penting untuk melindungi diri dan orang sekitar.

Masker perlu digunakan, tidak hanya pada orang yang sakit.

Pada orang sakit, masker jangan dilupakan, apa lagi sedang berada di tengah padat masyarakat.

"Apa lagi kalau bicara fasilitas umum. Sebaiknya jadi kewajiban dalam durasi atau masa mudik," tegasnya.

Di sisi lain, Dicky mengingatkan jika virus terus berevolusi sehingga mudah menginfeksi.

"Dia tidak semakin lemah, semakin kuat bahkan. Tapi, memang di sisi lain modal imunitas kita masyarakat semakin baik.
Itu yang membuat terkesan semakin lemah. Padahal tidak," kata Dicky menambahkan.

Sehingga, caranya yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Salah satunya adalah dengan mengenakan masker.

Di Jakarta, Jumlah penderita covid 19 meninggal 18 orang dalam seminggu.

Baca juga: Covid 19 Muncul Lagi, Waspada Sebaran Varian Arcturus saat Lebaran, Warga Diimbau Tetap Pakai Masker

Kepala Seksi Surveillance, Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta dr Ngabila Salama mengatakan, terjadi peningkatan kasus Covid-19 di DKI Jakarta.

Meski secara umum terkendali, kenaikan kasus positif dalam satu minggu terakhir.

Kondisi ini mengakibatkan, keterisian kamar perawatan Covid-19 di rumah sakit (RS) naik menjadi 12 persen.

"Situasi covid 19 di Jakarta seminggu terakhir masih terkendali, walaupun ada kenaikan kasus positif seminggu terakhir," kata Ngabila dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (18/4/2023).

"Keterisian rumah sakit naik dari 8 menjadi 12 persen dalam seminggu terakhir," lanjut dia.

Selain itu, angka kematian naik drastis menjadi 18 orang dalam seminggu.

"Semua usia 30 tahun ke atas dan belum mendapat dosis ke-4 bahkan 7 di antaranya belum vaksinasi sama sekali," tutur dr.Ngabila.

Ia pun mengimbau, masyarakat untuk disiplin bermasker terutama di keramaian dan transportasi publik.

Hindari orang yang sedang sakit masker dapat melindungi dari berbagai penyakit menular seperti batuk pilek oleh bakteri atau virus lainnya campak rubella TBC maupun Difteri dan lain-lain.

Dr Ngabil melanjutkan, saat ini belum tersedia lokasi isolasi Mandiri terkendali Covid-19 yang disediakan oleh pemerintah pusat dan Pemda DKI Jakarta perlu kajian teknis lebih lanjut dulu terkait ini.

Baca juga: Covid 19 Muncul Lagi, Waspada Sebaran Varian Arcturus saat Lebaran, Warga Diimbau Tetap Pakai Masker

"Kami tetap mengimbau apapun variannya jangan panik semua masih keluarga mikron dan belum ada tanda kuat menyebabkan keparahan gejala yang masif," tutur dia.

Saat ini di DKI Jakarta sudah ada lima kasus Acturus di Jakarta dengan gejala baru yang khas mata merah dan belekan jangan panik tingkatkan kewaspadaan Berbeda dengan varian omicron sebelumnya, Acturus merupakan turunan omicron.

Baca juga: HASIL Perempatfinal Liga Champions: Chelsea dan Napoli Tersingkir, AC Milan Melangkah ke Semifinal

Baca juga: Real Madrid Lolos ke Semifinal Liga Champions Bertemu Lawan Pemenang Bayern Munchen vs Man City

Waspada di Keramaian

Idul Fitri 1444 H tahun 2023 kini dihantui kenaikan kasus covid-19 varian baru bernama Arcturus.

Data terkini Kementerian Kesehatan(Kemenkes) menyebutkan ada tujuh kasus Omicron Arcturus.

Bahkan Bed Occupancy Rate(BOR) rumah sakit rujukan di Jakarta naik 12 persen.

Terkait hal tersebut Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengimbau agar masyarakat tetap menggunakan masker saat beraktivitas meski PPKM telah dicabut.

Pemakaian masker kata Dicky penting saat berdekatan dengan orang sakit, di dalam ruangan tertutup dan saat berada dalam keramaian.

"Kalau ada orang sakit, lalu saat sedang dalam perjalanan jauh, di ruang tertutup, atau keramaian, pakailah masker. Prokes harus jadi perilaku baru," kata Dicky, Selasa(18/4/2023).

Di sisi lain, Dicky mendorong pemerintah terus menggencarkan pelaksanaan vaksinasi booster. Terutama pada orang-orang yang aktif dan berisiko. Orang yang aktif bisa saja dari sisi mobilitas atau pekerjaan.

Sedangkan kelompok berisiko dilihat dari kondisi tubuh atau lanjut usia.

"Itu yang mesti dilakukan supaya Lebaran kita aman, begitu juga ritual ibadah kita selama bulan Ramadan," tambah Dicky.

Terakhir, ia menganjurkan pada orang sakit atau demam untuk tidak memaksakan beraktivitas di luar. "Jangan sampai memaksakan diri datang ke tempat keramaian," ujar Dicky.

Sementara itu Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat bahwa ada potensi kenaikan kasus Covid-19 setelah Lebaran. Meski demikian, kondisinya tetap akan terkendali dibandingkan Lebaran tahun sebelumnya.

Karena itu, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2M) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maxi Rein Rondonuwu mengimbau masyarakat mengakses vaksin Covid-19 dosis booster sebagai penguat. Vaksin booster bermanfaat untuk melindungi masyarakat, utamanya ketika mobilitas meningkat.

"Jadi kami harapkan (masyarakat) dengan patuh melakukan booster. Sekali pun ada peningkatan (kasus) kami harapkan (vaksin booster) aman lah, bisa melindungi masyarakat," tegas Maxi.

Baca juga: VIRAL Pengendara Motor Kejang-kejang Dihajar Pria Berhelm, Masalah Sepele Gegara Senggolan

(Tribunnews.com/ Rina Ayu/(Willy Widianto/ Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi

Jelang Lebaran Penyebaran Covid-19 Meningkat, 18 Orang Meninggal, Jokowi Ingatkan Lagi Prokes

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved