Berita Sumut

Ekspor Karet Sumut Maret Meningkat, Terdongkrak Permintaan dari China

Kinerja ekspor komoditas karet di Sumatera Utara pada pengapalan Maret 2023 kembali mengalami peningkatan.

Tayang: | Diperbarui:
HO/Tribun Medan
ILUSTRASI Karet. Terdongkrak Permintaam China, Ekspor Karet Sumut Maret Meningkat 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kinerja ekspor komoditas karet di Sumatera Utara pada pengapalan Maret 2023 kembali mengalami peningkatan.

Adapun total volume eskpor karet alam Sumatera Utara pada pengapalan Maret 2023, naik sebesar 32.630 ton atau meningkat 18.6 persen jika dibandingkan dengan pengapalan Februari 2023.

Baca juga: Ekspor Karet Sumut Meningkat Jadi 29.585 Ton Dibanding Desember 2022, USA Jadi Negara Tujuan Pertama

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah pada Kamis (13/4/2023). 

Dia menjelaskan, peningkatan jumlah pengapalan tersebut terjadi dikarenakan volume ekspor karet ke China yang meningkat sebesar 56 persen, dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 2.782 ton.

"Meningkatnya volume ekspor karet ke China karena komitmennya untuk pertumbuhan permintaan dan membuka akses pasar lebih luas," ujar Edy kepada Tribun Medan, Kamis (13/4/2023) 

Dikatakannya, secara kumulatif, pengapalan ekspor karet Sumut pada Januari hingga Maret 2023 juga mengalami pertumbuhan menjadi 89.731 ton atau meningkat 6.08 persen dibandingkan tahun 2022 pada periode yang sama.

Dia menyampaikan, pada bulan Meret 2023 terdapat sekitar 30 negara yang menjadi tujuan ekspor karet di Sumatera Utara.

"Ada 30 negara tujuan ekspor pada Maret, adapun 5 tujuan utama adalah Jepang 22.6 persen, USA 10.7 persen, Brazil 9.8 persen Turki 8.9 persen, dan China 8.5 persen," tuturnya.

Baca juga: Nilai Ekspor Karet Sumut Tahun 2022 Alami Penurunan

Dia memprediksi ekspor pengapalan April masih ada peningkatan seiring dengan meredanya kekhawatiran perbankan akan krisis global atau adanya pemulihan ekonomi global yang tidak merata.

"Harga masih belum menunjukkan tanda-tanda kenaikan, harga karet TSR20 di bura berjangaka Singaoura (SGX) pada penutupan 12 Paril tercatat 134.1 sen AS per kilogram atau sama dengan harga rataan pada bulan lalu. Sedangkan produksi kebunk karet di Sumatera Utara masih belum normal karena musim kemarau sehingga produksi," pungkasnya

(cr10/tribun-medan.com)


Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved