Pemeriksaan Propam
Kapolres Belawan Diperiksa Propam, Wilayah Hukumnya Kini Rawan Kejahatan, Begal Berkeliaran
Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Josua Tampubolon kini diperiksa Propam Polda Sumut imbas kematian Bripka Arfan Saragih
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Josua Tampubolon diperiksa Propam Polda Sumut.
Pemeriksaan AKBP Josua Tampubolon ini imbas kematian Bripka Arfan Saragih, pelaku penggelapan pajak kendaraan di UPT Samsat Samosir.
Saat Bripka Arfan Saragih dan komplotannya melakukan penggelapan pajak, kebetulan AKBP Josua Tampubolon masih menjabat sebagai Kapolres Samosir.
Namun kasus penggelapan pajak itu tak tuntas.
Baca juga: Polisi Pangkat AKBP, Mantan dan Kapolres Samosir Diperiksa Propam Terkait Kematian Bripka Arfan
Ketika jabatan Kapolres Samosir diemban AKBP Yogie Hardiman, ia pun kena getahnya.
AKBP Yogie Hardiman ikut diperiksa Propam Polda Sumut atas adanya kecurigaan keluarga Bripka Arfan Saragih, atas kematian anggota Sat Lantas Polres Samosir itu.
Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan, selain memeriksa AKBP Josua Tampubolon, Propam Polda Sumut juga memeriksa Kasat Lantas Polres Samosir, dan Kanit Regident Sat Lantas Polres Samosir.
Kemudian, pihaknya juga memeriksa AKBP Yogie Hardiman.
Baca juga: Mantan dan Kapolres Samosir Diperiksa Propam Terkait Penggelapan Pajak Bripka Arfan Saragih
"Tim juga bekerja melakukan secara maraton, pendalaman dan pemeriksaan terhadap satu Kapolres Samosir, kedua, Kapolres sebelumnya yang berkaitan dengan dugaan bagaimana proses terjadinya penggelapan tersebut," kata Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak, Selasa (28/3/2023).
Selain dua perwira menengah ini, Propam Polda Sumut juga masih memeriksa sejumlah pegawai honorer Bapenda UPT Samsat Pangururan Samosir.
Kapolda Sumut pun berjanji akan menindak tegas pejabat atau mantan Kapolres Samosir apabila terlibat.
"Termasuk Kapolres, kalau salah, siapapun harus diproses tegas, seperti itu," kata Kapolda Sumut.
Baca juga: Ketua OKP Dibakar Hidup-hidup oleh Warga, Meresahkan dan Sempat Ngaku tak Takut Tuhan
Dalam kasus ini, Polda Sumut menangani dua perkara, yakni penggelapan pajak kendaraan dan soal kematian Bripka Arfan Saragih.
Untuk penggelapan, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka karena alasannya polisi masih terus mengumpulkan bukti.
Sejauh ini kurang lebih hampir 200 masyarakat yang melapor.
Kemudian, untuk kematian Bripka Arfan Saragih, polisi memeriksa saksi baru yang melihat kendaraan Arfan tak jauh dari lokasi.
Polisi juga telah memeriksa kurir jasa pengiriman barang yang mengantarkan diduga racun ke Arfan.
"Termasuk juga tim memeriksa saat-saat akhir almarhum mulai dari Polres ketika mengikuti apel pagi sampai dengan detik terakhir saat terakhir yang dilihat," kata Panca.
Baca juga: Respons Kapolda Sumut, Bripka Arfan Dibunuh? Kompolnas hingga Kapolri Diminta Bentuk Tim Khusus
Wilkum Belawan Rawan Begal dan Geng Motor
Di saat Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Josua Tampubolon diperiksa Propam Polda Sumut, terungkap bahwa wilayah hukumnya rawan kejahatan seperti begal dan geng motor.
Seorang pengguna jalan bernama Faysal Nugroho kena tebas klewang oleh komplotan begal dan geng motor pada Minggu (26/3/2023) kemarin.
Kejadian pembacokan itu terjadi di Jalan Veteran Pasar VI, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang.
Sebelum kejadian, kata Faysal, dia dan tiga temannya hendak berangkat menuju ke Belawan untuk memancing ikan di laut.
Baca juga: Polisi Kantongi Identitas Begal yang Ancam Mahasiswa Pakai Besi di Tembung
Saat melintasi lokasi kejadian, mereka berpapasan dengan segerombolan anak geng motor yang membawa senjata tajam, dan langsung menyerang mereka secara tiba tiba.
"Kami waktu itu naik mobil pikap mau ke Belawan untuk mancing, nah, saat melintasi kawasan itu, kami berpapasan sama geng motor. Enggak ada angin, enggak ada hujan langsung main serang aja mereka, kebetulan kan aku duduk di bak pikap, tepat di belakang sopir. Jadi cuman aku yang kena sabetan senjata tajam itu," kata Faysal Nugroho kepada Tribun Medan, Selasa (28/3).
Faysal menyebutkan, gerombolan geng motor tersebut ada belasan orang.
Mereka berboncengan membawa senjata tajam yang digesek-gesekan ke aspal jalan raya.
Baca juga: Fakta-fakta 1 Remaja Tewas dan 2 Kritis Dimassa, Sempat Letuskan Petasan hingga Dikira Geng Motor
"Ada belasan motor mereka sambil bawa celurit. Celuritnya pun digesek-gesekan ke aspal, mungkin biar makin tajam kan," ungkapnya.
Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Josua Tampubolon ketika dikonfirmasi mengenai mulai maraknya aksi begal dan geng motor di wilayah hukumnya memilih bungkam.
Hingga berita ini dimuat, mantan Kapolres Samosir itu tak mau memberikan keterangan.(tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kolase-Kapolda-Sumut-dan-AKBP-Josua-Tampubolon.jpg)