Penganiayaan
Sok Jago Keroyok dan Aniaya Intel Kodim Serka Amosta Bangun, Ketua Ormas Lemas Ditangkap Polisi
Anggota Unit Intel Kodim 0204/DS babak belur dikeroyok oleh oknum anggota Ormas Pemuda Pancasila (PP) di Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang.
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
Mendengar hal tersebut Serka Amosta Bangun sempat menjawab kenapa hanya Udin saja yang boleh bernyanyi.
Disitulah momen anggota PP mulai menjawab dengan jawaban "terserah kamilah".
Tidak lama berselang terjadi keributan mulut dan kemudian anggota PP langsung emosi dan membalikkan meja ditempat itu.
Untuk menghindari keributan Serka Amosta Bangun hendak keluar dari cafe tersebut.
Melihat Serka Amosta Bangun akan pergi maka anggota PP atas nama Insanul Afwa mengejar Serka Amosta Bangun langsung memukul menggunakan botol minuman keras bersama sama 11 orang anggota PP lainnya.
Akibat pukulan tersebut Serka Amosta Bangun terjatuh dilantai dan kembali dikeroyok oleh 11 orang pelaku.
Dikarenakan kalah jumlah Serka Amosta Bangun sempat melarikan diri menggunakan mobil miliknya menuju ke rumah sakit Patar Asih lubuk Beringin.
Pada saat pemeriksaan di rumah sakit didapati luka pada bagian kelopak mata kiri serta tidak dapat melihat (gelap).
Ia pun kemudian dirujuk ke rumah sakit Mata Medan.
Saat ini posisi Serka Amosta Bangun sudah di rumah sakit Sumatera Eye Center Hospital (SEC Hospital) untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Dandim Letkol Czi Yoga Febrianto Angkat Bicara
Kondisi anggota Unit Intel Kodim 0204/DS, Serka Amosta Bangun yang babak belur dikeroyok anggota Ormas Pemuda Pancasila di satu kafe di Desa Limau Manis Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang sampai saat ini masih dalam tahap penyembuhan.
Korban pun belum bisa untuk bekerja kembali. Informasi yang dihimpun saat ini yang bersangkutan menjalani perobatan jalan karena bagian matanya dan kepalanya masih belum sembuh.
"Ya, sedang pengobatan sekarang ini. Matanya pun masih diperban, "ujar Dandim 0204/DS, Letkol Czi Yoga Febrianto dihubungi melalui telepon selulernya Senin, (20/2/2023).
Sejauh ini Yoga belum dapat menyimpulkan apakah korban ada mengalami cacat permanen atau tidak. Disebutkan proses pengobatan masih terus berjalan terhadap anggotanya itu. Karena ada tahapannya ia pun belum dapat memaparkan lebih rinci soal kondisi korban yang sebenarnya dari sisi medis.
"Dokter lah nanti yang tahu," kata Yoga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ketua-PP-Desa-Limau-Manis-Insanul-Afwa_.jpg)