Berita Viral

Terjawab Penyebab Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres, Bukan Kelaparan, Ada Zat Ini di Hati Korban

Polisi dan tim gabungan mengungkapkan penyebab kematian anggota keluarga di Perumahan Citra Garden 1, Kalideres, Jakarta Barat.

Tayang:
Editor: Liska Rahayu
YouTube Kompas TV
Kabid Kimia dan Biologi Forensik Puslabfor Bareskrim Polri Kombes Wahyu Marsudi saat konferensi pers, pada Jumat (12/9/2022) mengungkapkan temuan terbaru terkait satu keluarga di Kalideres. 

TRIBUN-MEDAN.com - Polisi dan tim gabungan mengungkapkan penyebab kematian anggota keluarga di Perumahan Citra Garden 1, Kalideres, Jakarta Barat.

Salah satu anggota keluarga yakni Budyanto, meninggal karena serangan jantung. 

Sementara itu, di dalam organ hati korban satu keluarga yang tewas di Kalideres, Renny Margaretha Gunawan (68) ditemukan zat Tamoxifen.

"Dari organ hepar Ibu Renny kita temukan adanya Tamoxifen," ucap Kabid Kimia dan Biologi Forensik Puslabfor Bareskrim Polri Kombes Wahyu Marsudi saat konferensi pers, pada Jumat (12/9/2022).

Tak cuma di dalam hati Renny, zat Tamoxifen juga ditemukan polisi di kediaman korban di Perumahan Citra Garden 1 Extension, Kalideres, Jakarta Barat.

"Kita juga temukan cairan bening, ternyata juga terdektesi Tamoxifen," kata Wahyu.

Lalu apa sebenarnya Tamoxifen?

Menurut Wahyu, Tamoxifen bukan racun, melainkan obat untuk penderita kanker payudara.

"Tamoxifen itu bukan racun tapi obat," ucap Wahyu.

Berdasarkan hasil olah TKP, Wahyu menegaskan tak ditemukan adanya kerusakan di rumah empat anggota keluarga di Perumahan Citra Garden 1 Extension tersebut.

"Hasil TKP tidak ditemukan kerusakan, berati tidak ada orang yang keluar masuk, atau dari dalam keluar," tegas Wahyu.

Tak hanya itu berdasarkan hasil laboratorium juga tidak ditemukan adanya DNA lain, selain milik empat anggota keluarga itu.

"Kemudian hasil pemeriksaan lab tidak ditemukan DNA lain, selian 4 orang tersebut," ucap Wahyu.

"Ini klob," imbuhnya.

Lalu dari hasil toksikologi forensik, tidak ditemukan kandungan racun di dalam tubuh anggota keluarga tersebut.

"Hasil pemerisakaan toksikologi dari seluruh korban tidak ada kita temukan pestisida, arsen, sianida, dan obat-obatan lainnya," kata Wahyu.

Dokter dan tim forensik didatangkan untuk usut kematian satu keluarga yang berada di Perumahan Citra Garden 1 Extension, Kalideres, Jakarta Barat pada Sabtu (12/11/2022). (Tribunnews.com)

Keempat Korban Sakit

Kemudian, dr Ade Firmansyah selaku Ketua Umum Perhimpunan Dokter Indonesia angkat bicara.

dr Ade Firmansyah menjelaskan ditemukannya pendarahan di tubuh Rudyanto, sosok tertua di keluarga.

Dari temuan tersebut didapatkan hasil bahwa Rudyanto mengidap infeksi saluran pencernaan sebelum meninggal dunia.

"Pada bapak Rudyanto, masih bisa kita temukan pendarahan di saluran cerna dan adanya bukti-bukti diduga sebagai infeksi saluran cerna," kata dr Ade Firmansyah.

Lalu berdasarkan hasil autopsi Renny Margaretha atau Margaretha, dokter menemukan adanya kerusakan pada jaringan payudara.

"Pada ibu Renny, ditemukan tamoxifen, kita cari efek dari tamoxifen yang dapat mengakibatkan pengentalan darah, namun kita tidak temukan efek serius tersebut seperti di jantung dan usus. Tamoxifen ini adalah pengobatan untuk mengobati kanker payudara atau pencegahan sakit payudara. Kita temukan kelainan susunan jaringan payudara yang mengarah pada keganasan," ungkap dr Ade.

Lebih lanjut, dokter pun mengurai fakta ketiga terkait hasil autopsi Budyanto dan Dian.

Dua sosok tersebut disinyalir meninggal setelah Rudyanto dan Margaretha.

Dari hasil pemeriksaan, Rudyanto dan Dian juga mengidap penyakit parah.

"Bapak Budyanto dan ibu Dian yang memiliki tingkat kebusukan yang lebih dini dibanding Renny dan Rudy, masih didapatkan petunjuk yang jelas. Bapak Budyanto tampak adanya serangan jantung baru atau serangan jantung lama, bukti adanya penyakit penebalan pembuluh nadi di aorta (jantung)," imbuh dr Ade.

"Pada ibu Dian, didapatkan bukti yang sangat jelas adanya radang paru yang menahun atau kronis, serta adanya juga adanya rongga di dalam paru, penyakit menahun. Biasanya terbentuk karena TBC paru," sambungnya.

Tidak Kelaparan

Dalam keterangan pers tersebut, dokter juga mengungkap fakta soal isu satu keluarga tersebut tewas karena kelaparan.

Berdasarkan hasil autopsi didapatkan hasil tidak mungkin satu keluarga tersebut meninggal karena kelaparan .

Sebab di jenazah Rudy dan Dian masih ditemukan makanan dalam feses.

"Pada bapak Budyanto dan Ibu Dian kita temukan adanya feses. Kita analisa, paling lama tiga hari dari sejak makan terakhir maka yang bersangkutan meninggal dunia. (Feses) Mengandung karbohidrat dan serat, nasi atau roti dan sayur-sayuran. Yang bersangkutan kita nyatakan Budyanto dan Dian telah makan setidaknya tiga hari sebelum meninggal dunia," kata dr Ade.

Dari hasil autopsi tersebut, dokter pun berhasil mengurutkan waktu kematian keempat korban.

"Urutan kematian dari keempat jenazah yang paling awal adalah Rudyanto, ibu Renny, bapak Budyanto dan terakhir ibu Dian," ujar dr Ade.

Seperti diketahui, empat orang anggota keluarga ditemukan tewas di dalam rumahnya, Perumahan Citra Garden 1, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (10/11/2022).

Jasad satu keluarga yang telah membusuk itu ditemukan pertama kali oleh warga setempat yang terganggu dengan bau tak sedap di permukimannya.

Keempat jasad itu yakni Rudyanto Gunawan (71) yang ditemukan dalam posisi tertidur di atas kasur di kamar belakang. Kemudian, istri Rudyanto bernama Margaretha Gunawan (68) ditemukan di kamar depan dalam posisi tertidur di atas kasur.

Di kamar yang sama juga ditemukan jasad anak dari Rudyanto-Margaretha bernama Dian (40), tetapi letaknya di lantai.

Terakhir, yakni ipar dari Rudyanto bernama Budyanto Gunawan yang ditemukan dalam posisi telentang di sofa ruang tamu.

Kematian keempatnya menjadi misterius karena tak ada tanda kekerasan pada jasad mereka.

Tak juga ditemukan zat/unsur berbahaya di organ dalam korban. Hal lain yang menjadi sorotan adalah tidak ditemukan sari-sari makanan di lambung keempat korban tewas tersebut.

Diduga, mereka tidak makan dalam waktu cukup lama sebelum tewas.

(*/tribun-medan.com)

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved