Pembunuhan

Adik Bunuh Kakak di Simalungun, Pelaku Sempat Sarapan setelah Membunuh dan Kembali Cek Mayat Korban

Kepada polisi pelaku mengatakan nekat membunuh kakak kandungnya karena kesal setelah mendengar perkataan korban yang dilontarkan ke tiga anaknya.

TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Pelaku pembunuhan terhadap kakak kandung berinisial RS (47) di Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun. Ia tega membunuh kakak kandungnya sendiri bernama Asdadorna Sijabat (53) karena hal sepele dan sakit hati. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seorang wanita berinisial RS (47) di Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun tega membunuh kakak kandungnya sendiri bernama Asdadorna Sijabat (53).

Pelaku pun ditangkap polisi empat jam setelah kejadian atau pukul 17:00 WIB.

Kapolres Simalungun AKBP Ronald F.C Sipayung mengatakan pembunuhan itu terjadi pada Selasa 6 Desember kemarin di Jalan Nenas Dusun II, Sarimatondang, Kecamatan Sidamanik.

Kepada polisi pelaku mengatakan nekat membunuh kakak kandungnya karena kesal setelah mendengar perkataan korban yang dilontarkan ke tiga anaknya.

Pada Senin 5 Desember pelaku pulang dari kebun ke rumahnya sekitar pukul 18:00 WIB.

Kemudian anak pelaku berinisial YE, GP dan NP mengadu ke pelaku bahwa korban marah-marah dan mengatakan akan membunuh pelaku RS (47) karena merusak koper menantu korban yang baru pulang dari Bandung.

Adik bunuh kakak di Simalungun
Adik bunuh kakak di Simalungun (HO)

Tak cuma itu, pelaku pun emosi lantaran korban menumpuk kayu bakar tak jauh dari rumahnya karena dianggap menghalanginya ketika duduk di teras rumah.

Mendengar cerita anaknya, pada 5 Desember pukul 21:00 WIB pelaku langsung merencanakan pembunuhan dengan membeli satu gulung tali plastik berwarna hijau.

Kronologi Kejadian

Keesokan harinya tanggal 6 Desember ketika anak pelaku berangkat ke sekolah ia langsung mendatangi korban yang sedang duduk di pintu belakang rumah.

Pelaku langsung mencekik leher korban hingga ke kamar tidur.

Ia pun mendorong korban hingga terjatuh ke kasurnya. Setelah itu ia membekapnya.

Setelah itu ia mengambil tali dari kantong celana dan mengikat tangan, kaki dan badan korban. Selanjutnya korban dipukul di bagian wajah dan dadanya berulang kali hingga tak bergerak.

"Setelah korban dipastikan meninggal dunia pelaku membuka ikatan tali yang ada di badan, tangan dan kaki kemudian pelaku menutupi korban dengan selimut dan sisa tali tersebut dibuang di dapur korban dan setelah itu pelaku berangkat ke ladang,"kata Kapolres Simalungun AKBP Ronald F.C Sipayung, Kamis (8/12/2022).

Pelaku mengakui nekat membunuh lantaran sakit hati ketika korban mengancam akan membunuh pelaku dan keluarganya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved