Berita Nasional

Jokowi Waspadai Penjajahan Modern ke Indonesia, Ada Desakan Ekspor Paksa Nikel: Ini Barang Kita Kok

Presiden Jokowi mengatakan ada penjajahan modern di dalam negara Indonesia. Jokowi menyinggung soal hasil bumi Indonesia yang dikirimkan secara paksa

Tayang:
HO
Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir di B20 Summit Indonesia 2022, Senin (14/11/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Jokowi mengatakan ada penjajahan modern di dalam negara Indonesia. 

Jokowi menyinggung soal hasil bumi Indonesia yang dikirimkan secara paksa ke luar negeri. 

Hal itu dikemukakan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam acara Kompas 100 CEO Forum di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/12/2022) yang disiarkan lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden.

"Hati-hati, dulu zaman VOC, zaman kompeni, itu ada yang namanya kerja paksa, ada yang namanya tanam paksa. Zaman modern ini muncul lagi, ekspor paksa. Ekspor paksa, kita dipaksa untuk ekspor. Lho ini barang kita kok," tutur Jokowi.

Menurutnya, Indonesia semestinya tidak lagi melakukan ekspor bahan mentah karena memiliki potensi yang sangat besar, mulai dari nikel, tembaga, bauksit, hingga timah.

Jokowi pun menegaskan bahwa Indonesia akan mengajukan banding atas keputusan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang memenangkan gugatan Uni Eropa atas berhentinya ekspor nikel mentah.

Keputusan WTO tidak boleh menghentikan langkah Indonesia karena pemerintah ingin menciptakan ekosistem besar memanfaatkan sumber daya alam yang ada.

"Saya sampaikan kepada menteri, banding urusan nikel, karena ini ceritanya belum rampung kalau kita berhenti. Ya ekosistem besar yang kita impikan ini enggak akan muncul," ungkapnya.

Baca juga: Punya Harta Melimpah, Hotman Paris Justru Pelit pada Anak-anaknya, Frank Hutapea Beber Alasannya

Baca juga: VIRAL Ibu-ibu Mendadak Jadi Miliarder, Tanahnya Dibeli Negara Rp11 Miliar, Kini Bingung Mau Buat Apa

Jokowi menuturkan, salah satu ekosistem industri yang hendak dibuat adalah baterai kendaraan listrik karena Indonesia memiliki sumber dayanya berupa timah, bauksit, dan tembaga.

Jokowi mengatakan, Indonesia memang belum punya lithium yang merupakan salah satu bahan baku baterai kendaraan listrik, tetapi Australia sudah terbuka untuk bekerja sama dengan Indonesia.

Namun, tantangan yang akan dihadapi adalah bagaimana mengintegrasikan bahan-bahan baku tersebut yang tersebar di berbagai penjuru Tanah Air.

"Inilah yang terus, saya mati-matian ini harus jadi karena inilah yang akan melompatkan kita meloncati leapfrog menuju ke peradaban yang lain," ujar Jokowi.

Baca juga: Ayah Biadab di Padang Lawas, Cabuli Dua Putri Kandungnya, Diancam Pakai Golok Setiap Beraksi

Baca juga: Promo McD, KFC dan A&W di Medan Akhir Pekan Ini

(*)

Berita sudah tayang di kompas.tv

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved