Dugaan Prostitusi Online

Dugaan Prostitusi Online Hotel Graha Kardopa Binjai dan Adanya Open BO, Kapolres: Kami Dalami

Kapolres Binjai, AKBP Ferio Sano Ginting buka suara terkait dugaan prostitusi online di Hotel Graha Kardopa

Tayang:
Editor: Array A Argus
HO / Tribun Medan
Hotel GK Binjai 

TRIBUN-MEDAN.COM,BINJAI - Kapolres Binjai, AKBP Ferio Sano Ginting buka suara terkait dugaan prostitusi online dan open BO yang disinyalir ada di Hotel Graha Kardopa atau Hotel GK Kota Binjai.

Kata Ferio, laporan dugaan prostitusi online di Hotel Graha Kardopa itu sudah ia terima.

Ia mengatakan, penyidik akan mendalami laporan dugaan prostitusi online Hotel GK tersebut.

Baca juga: Open BO Rp 800 Ribu Full Service, Dugaan Prostitusi Online Hotel GK Dilapor ke Polres Binjai

Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Aliansi Mahasiswa Binjai (FAMBI), menggeruduk kantor Pemerintah Kota (Pemko) Binjai, Sumatera Utara, pada Senin (21/11/2022).
Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Aliansi Mahasiswa Binjai (FAMBI), menggeruduk kantor Pemerintah Kota (Pemko) Binjai, Sumatera Utara, pada Senin (21/11/2022). (TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID)

Baca juga: Mahasiswa Laporkan Dugaan Prostitusi di Hotel GK ke Polres Binjai, Ungkap Fakta Mengejutkan

"Pengaduannya baru masuk kemarin, sedang kami dalami," ujar Ferio, Sabtu (26/11/2022).

Namun begitu, Ferio tak menjelaskan lebih lanjut, kapan pimpinan Hotel GK akan dipanggil dan diperiksa.

Ia cuma mengatakan, bahwa laporan dugaan prostitusi online Hotel GK yang dilaporkan sejumlah mahasiswa sudah masuk ditangani penyidik Sat Reskrim Polres Binjai.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Rian Permana mengatakan masih mendalami laporan yang dilayangkan sejumlah mahasiswa Kota Binjai itu.

Baca juga: Laporkan Dugaan Prostitusi di Hotel GK ke Polres Binjai, Mahasiswa Ungkap Adanya Pembagian Hasil

"Sekarang masih kami selidiki ya," kata Rian.

Dia juga tak menjelaskan, kapan penyidik akan memanggil para saksi, termasuk orang yang dicurigai terlibat dalam dugaan prostitusi online di Hotel GK tersebut.

Foto sosok wanita yang mengaku open BO di Hotel GK Kota Binjai
Foto sosok wanita yang mengaku open BO di Hotel GK Kota Binjai (HO)

Mahasiswa menunggu perkembangan

Sejumlah mahasiswa yang melaporkan dugaan prostitusi online Hotel GK mengaku masih menunggu perkembangan hasil penyelidikan polisi.

Sejak melapor beberapa hari lalu, polisi belum ada memberikan informasi lanjutan mengenai kasus ini. 

Baca juga: Berkulit Mulus, Inilah Sosok Wanita yang Ngaku Open BO di Hotel GK Binjai

"Kalau tidak ada tanggapan seminggu, baru kami masukan surat aksi ke Polres Binjai. Tapi tunggu seminggu ini," ujar Dodi, perwakilan mahasiswa.

Dodi mengatakan, pihaknya masih melihat bagaimana perkembangan penanganan kasus ini.

Apakah polisi benar-benar akan mengusutnya atau tidak.

Bantahan Hotel GK 

Sejak didemo dan diberitakan karena kasus dugaan prostitusi online, manajemen Hotel GK atau Hotel Graha Kardopa kembali melayangkan surat bantahan.

Adapun isi surat bantahan yang diterima awak media sebagai berikut:

"Pada tanggal 11 November 2022, kami menerima surat dari FORUM ALIANSI MAHASISWA KOTA BINJAI (FAMBI) dengan Nomor : Istimewa/B/11/22, dengan inti isi surat adalah MEMINTA KLARIFIKASI dari GK Binjai tentang adanya dugaan FAMBI bahwa Hotel GK Binjai menyediakan jasa tempat prostitusi online, yang mana jika dalam waktu 3x24 jam tidak ada tanggapan dari GK Binjai, FAMBI akan melakukan unjuk rasa di depan Kantor Walikota Medan untuk MENUTUP PAKSA Hotel GK Binjai.

Kami langsung klarifikasi dengan membalas SURAT tersebut, dengan tembusan ke kantor Walikota Binjai, DPRD Kota Binjai, Kapolres Binjai yang mana tembusan ini kami buat karena sebenarnya kami tidak perlu mengkarifikasi tuduhan itu, tapi karena ini menyangkut suatu usaha yang berijin, tentu harus diketahui aparat berwenang setempat. Kami mengantar surat balasan dengan mendatangi alamat FAMBI yang tertera dalam KOP suratnya, tapi ternyata di alamat tersebut tidak ada yang tahu.

Pada tanggal 15 Novenber 2022, pihak FAMBI kembali datang ke GK Hotel dengan membawa surat pemberitahuan bahwa mereka akan berunjuk rasa di tanggal 21 November 2022, karena menurut mereka, FAMBI sudah ada bukti bahwa pelaku prostitusi bekerjasama dengan pemilik hotel untuk menjalankan aksinya….. gila apa..

Dalam menjalankan usaha, kami telah berusaha maksimal untuk mematuhi norma-norma peraturan yang berlaku, di saat pandemi COVID-19 terjadi kami tetap mencoba bertahan untuk pekerja-pekerja kami, di saat banyak usaha-usaha lain tidak mampu melewati pandemi ini. Kami sangat mendukung program Kota Binjai sebagai kota yang religius, kami membangun Hotel GK tersebut dengan susah payah dan banyak pengorbanan yang tentunya tidak bisa dirasakan oleh FAMBI, kami payah kami bangun, hanya demi sedikit uang dari PROSTITUSI, apalagi FAMBI dengan jelas dalam surat menduga saya sebagai pemilik hotel terlibat bekerjasama dengan pelaku.. sungguh sangat melukai harkat dan martabat saya sebagai pengusaha yang telah menyediakan lapangan kerja bagi warga Kota Binjai.

Apalagi tetangga kami adalah KANTOR WALIKOTA, KANTOR KODIM, RUMAH SAKIT dan Kapolres. Sebagai generasi penerus bangsa yang melek teknologi dan paham sekali dengan banyaknya berita HOAKS, seharusnya FAMBI tidak mudah terprovokasi dengan hanya menduga-duga sesuatu yang tidak benar. Bukan KAPASITAS FAMBI untuk MENUTUP PAKSA usaha yang berijin dengan membuat AKSI DEMO yang mengganggu".(tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved