Piala Dunia di Kedai Tok Awang
Sepatu Emas Leo Messi
Piala Dunia Qatar 2022 akan jadi Piala Dunia kelimna bagi Lionel Messi. Mampukah ia menuntaskan ambisi menjadi juara?
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
Piala Dunia bukan cuma arena pertarungan para pesepakbola top. Piala Dunia adalah etalase juga. Pada tiap penyelenggaraan Piala Dunia, perusahaan-perusahaan produsen perlengkapan olahraga berlomba melepas produk anyar terbaik mereka, dan menjadikan pemain sebagai modelnya.
Tak terkecuali di Qatar 2022. Neymar, Kylian Mbappe, Robert Lewandowski, Marcus Rashford, Kevin De Bruyne, Harry Kane, Virgil Van Dijk, Son Heung Min, Joao Felix, Gabriel Jesus, dan Cristiano Ronaldo, mengenakan sepatu baru. Semuanya serba menarik. Serba canggih dengan terapan teknologi terkini.
Namun produk paling mengkilap, dan oleh sebab itu paling menarik perhatian, adalah Adidas X Speedportal Leyenda. Sepatu dengan dominasi warna kuning dengan sepuhan emas di bagian belakang dan sol ini akan dipakai Lionel Messi selama bermain memperkuat Argentina di Qatar.
"Mantap kali kutengok sepatu Leo Messi itu. Berapa, lah, ya, kira-kira harganya," kata Jek Buntal. Matanya terus terpaku pada layar telepon selular. Berkali-kali jarinya bergerak di atas layar, memperbesar dan memperkecil gambar sepatu yang terpampang di sana.
Mendengar itu, Lek Tuman dan Mak Idam yang sedang menonton Sudung dan Sangkot bermain Mobile Legend tertawa keras. Idam menukas,” Mak..., mak..., tak usah mamak tanyak kali. Macam bisa aja mamak beli,” ujarnya, lalu tertawa lagi.
"Mamak pun jangan, lah, layas kali," sahut Lek Tuman sembari menepuk bahu Mak Idam. "Mana tahu baru jebol proyek Si Jek. Berapa, lah, itu sama dia. Iya, kan, Jek?"
"Bukan layas, Lek. Tak ada awak anggap enteng. Apalagi maksud menghina. Cuma memang agak tersentak aja awak tadi. Tanya-tanya macam mau beli. Eh, kalau pun beli, untuk apa? Main bola tak bisa. Sepatu kayak gitu, kan, tak cocok dipakai ke pesta kawin."
Tawa pecah lagi dan baru berhenti setelah Jek Buntal bilang bahwa ia sekadar ingin tahu. Ia sebenarnya bermaksud mempercakapkan Messi di Qatar, yang sangat boleh jadi akan menjadi keikutsertaannya yang terakhir di Piala Dunia.
Messi telah bermain di empat Piala Dunia, dimulai dari Jerman 2006. Kala itu dia masih berusia 18 tahun 357 hari, termuda di skuat Argentina. Messi bermain di tiga pertandingan, melesakkan satu gol dan satu assist.
Total hingga Rusia 2018, Lionel Messi telah memainkan 19 laga dengan torehan 6 gol dan 5 assist. Dia hanya gagal melesakkan gol di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Catatan yang membuatnya "tertinggal" dari Cristiano Ronaldo yang sejauh ini juga bermain di empat piala dunia dan mencetak gol di semua kesempatan. Ronaldo, meski bermain lebih sedikit, 17 laga, tapi berhasil menorehkan 7 gol plus 2 assist.
Bagaimana di Qatar? Messi sekarang sudah 35 tahun dan telah mencatat 165 caps dengan 91 gol, tertinggi dalam sejarah persepakbolaan Argentina. Dari sisi angka, Messi lebih besar ketimbang Mario Kempes dan Diego Maradona, dua legenda La Albiceleste –julukan Tim Nasional Argentina– lainnya.
Namun apabila tolok ukurnya adalah Piala Dunia, maka Messi akan berada di belakang kedua pemain ini. Kempes membawa Argentina juara di tahun 1978, sedangkan Maradona pada 1986. Messi hanya pernah "nyaris" juara. Piala Dunia 2014 di Brasil, Argentina dengan Messi sebagai kapten kalah di final kontra Jerman.
"Aku nggak tahu kalok Ronaldo, agak bandal kawan ini kutengok. Tapi Messi kayaknya sudah kasih isyarat dia akan pensiun setelah Piala Dunia Qatar," kata Lek Tuman.
Sangkot yang baru menyelesaikan set duel Mobile Legend, sembari menjentikkan ujung rokok ke asbak, menimpali," Ronaldo juga sudah bilang pensiun, Lek. Kalok Portugal juara di Qatar, langsung pensiun dia."
"Nah, itu, Kot," ucap Jek Buntal menyergah. "Keknya memang mau main lebih lama lagi dia. Soalnya, kan, Portugal nggak mungkin juara."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/messi-ok3.jpg)