Piala Dunia 2022

Piala Dunia 2022 - Profil Kathryn Nesbitt, Asisten Wasit Cantik, Ahli Kimia, Gelar Ph.D, Hakim Garis

Profil Kathryn Nesbitt, Asisten Wasit di Piala Dunia 2022, Ahli Kimia Analitik Jadi Hakim Garis

FIFA/ http://proreferees.com/ IST
Profil Kathryn Nesbitt, Asisten Wasit di Piala Dunia 2022, Ahli Kimia Analitik Jadi Hakim Garis. Kathryn Nesbitt saat menjalankan tugas sebagai asisten wasit. Kathryn Nesbitt, asisten wasit wanita pertama di Piala Dunia 

TRIBUN-MEDAN.COM - Siapa yang kenal dengan assiten wasit cantik ini?

Ya, dia adalah Kathryn Nesbitt.

Nama Kathryn Nesbitt makin populer seiring keikutsetaannya bakal menjadi hakim garis di Piala Dunia 2022 di Qatar.

Apalagi Kathryn Nesbitt adalah salah satu asisten wasit wanita pertama di Piala Dunia

Seperti diketahui, Piala Dunia 2022 sudah di depan mata dan akan mulai bergulir pada 20 November hingga 18 Desember mendatang.

Piala Dunia 2022 jadi ajang empat tahunan pertama yang memiliki ofisial wanita, termasuk Kathryn Nesbitt.

Uniknya, Kathryn Nesbitt sendiri seorang ahli kimia analitik bahkan mengantongi ijazah doktoral atau Ph.D di bidang kimia.

Berikut profil Kathryn Nesbitt, asisten wasit wanita di Piala Dunia 2022 yang dari ahli kimia analitik jadi ahli aturan sepak bola di lapangan.

FIFA sebagai penyelenggara Piala Dunia 2022 mengeluarkan terobosan baru dalam penyelenggaran ajang akbar sepak bola sejagat ini.

Salah-satu terobosan itu dengan kehadiran enam offisial wanita dari 129 offisial yang bertugas di Qatar, November 2022 nanti.

Dari keenam ofisial wanita itu, tiga di antaranya asisten wasit.

Ketiganya ialah Kathryn Nesbitt dari Amerika Serikat, Karen Diaz Medina dari Meksiko, dan Neuza Back dari Brasil.

Baca juga: Piala Dunia 2022 - Siapa Pengganti Sadio Mane di Timnas Senegal? Bakal Absen di Pertandingan Pertama

Menurut Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, penunjukkan enam ofisial wanita ini lebih mengutamakan kualitas, bukan gender.

"Seperti biasa, kriteria yang kami gunakan adalah kualitas pertama, dan ofisial pertandingan yang dipilih mewakili tingkat wasit tertinggi di dunia," ujar mantan wasit berkepala plontos asal Italia ini.

"Dengan cara ini, kami dengan jelas menekankan bahwa kualitaslah yang penting bagi kami dan bukan gender," tutup wasit Final Liga Champions 1998-1999 antara Bayern Munchen vs Manchester United ini.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved