Anies Baswedan ke Medan
Wakil Ketua DPP Nasdem: saat Dukung Ahok Disebut Penista Agama, saat Usung Anies Disebut Kadrun
Wakil Ketua DPP Partai Nasdem curhat, mereka pernah disebut penista agama saat dukung Ahok. Kini disebut kadrun saat dukung Anies Baswedan
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Wakil Ketua DPP Partai Nasdem, Ahmad Ali curhat mengenai sejarah hubungan Anies Baswedan dengan Partai Nasdem.
Hal itu disampaikan Ali saat memberikan sambutan dalam silaturahmi Anies Baswedan dengan para ulama di Hotel Madani, Jalan Sisingamangaraja Medan, Jumat (4/11/2022).
Dalam cerita yang dibagikan Ahmad Ali, dirinya mengaku Nasdem selalu mendapatkan komentar untuk setiap calon pemimpin yang didukung maupun diusung.
Baca juga: Nasdem Langkat Target Raih 8 Kursi DPRD, Siap Menangkan Anies Baswedan Jadi Presiden di Pemilu 2024
"Ketika kami mendukung Ahok kami disebut penista agama, ketika kami mengusung Anies kami disebut sebagai kadrun. Tapi bagi kami dari setiap keputusan yang diambil pastilah tidak bisa memuaskan semua orang," katanya.
Lebih lanjut Ahmad Ali bercerita bahwa hubungan Anies Baswedan dengan Partai Nasdem sudah terjadi sejak sebelum Nasdem berdiri.
"Partai Nasdem sejak berdiri tahun 2013. Kebetulan pak Anies ini adalah deklarator, beliau adalah pembaca manifesto ormas Partai Nasdem. Artinya pak surya Paloh sudah mengenal dekat tentang Anies Baswedan," ujarnya.
Baca juga: Mobil Anies Baswedan Dicegat, Warga Bawa Spanduk Sambut Kedatangannya
Ahmad Ali menyebut, saat Pilkada tahun 2017, Partai Nasdem tidak mendukung Anies Baswedan.
"Kami mendukung Ahok (Basuki Tjahaja) itu adalah catatan sejarah yang tidak bisa dipungkiri. Dan alasan kami mendukung Ahok adalah karena kinerjanya saat itu dasar itulah yang kemudian membuat Nasdem mengusung beliau," katanya.
Dikatakan Ali, pihaknya mengusung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden usai melihat secara nyata hasil kinerjanya memimpin DKI Jakarta selama lima tahun.
Baca juga: Anies Baswedan: Medan Punya Sejarah Panjang dalam Tradisi Perjuangan di Republik Ini
"Begitupun ketika saudara Anies Baswedan selesai menunaikan tugasnya di Jakarta, Partai Nasdem merekam jejaknya, mengikuti perjalanannya, melihat prestasinya bagaimana seorang Anies merawat keindonesiaan di Jakarta, melahirkan keIndonesiaan di Jakarta," katanya.
Menurutnya, diusungnya Anies Baswedan sebagai calon presiden merupakan ikhtiar untuk memberikan kesejahteraan di Indonesia.
"Untuk itu tentunya konteks mengusung pak Anies sebagai calon presiden adalah kami sedang berikhtiar untuk menunaikan janji bernegara melahirkan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.(cr14/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Wakil-Ketua-DPP-Nasdem-curhat.jpg)