Pengamat Ekonomi Sebut Aksi Buyback Saham BRI Bakal Tingkatkan Kinerja Karyawan
BRI memprediksi bahwa aksi buyback saham tersebut akan mendorong semangat karyawan dan memacu peningkatan kinerja perseroan secara jangka panjang.
TRIBUN-MEDAN.COM - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (kode saham: BBRI) tengah melakukan buyback atau transaksi jual kembali saham untuk digunakan sebagai insentif jangka panjang bagi pekerja.
BRI memprediksi bahwa aksi buyback saham tersebut akan mendorong semangat karyawan dan memacu peningkatan kinerja perseroan secara jangka panjang.
Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin menyatakan, pemberian insentif berupa saham akan memberikan tambahan semangat kerja karena karyawan merasa ikut memiliki perusahaan tersebut.
“Jadi ini menjadi long term atau jangka panjang insentif yang mengikat semangat kerja dan rasa memiliki pegawai sehingga mereka akan lebih nyaman dan loyal,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/10/2022).
Seperti diketahui, BRI telah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan buyback saham senilai Rp 3 triliun.
Hal tersebut diungkapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa (1/3/2022). Prosesnya dilaksanakan pada rentang waktu Selasa (1/3/2022) hingga Kamis (31/8/2022).
Adapun saham hasil buyback akan disimpan sebagai saham treasury atau kas dalam rangka pemberian insentif kepada karyawan BRI atau disebut Insan BRIlian.
Di samping itu, perseroan bermaksud menyinambungkan aspirasi pekerja untuk meningkatkan kepemilikan saham BBRI.
Pemberian insentif saham dinilai menguntungkan
Pada kesempatan terpisah, Co-Founder dan Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah menilai bahwa pemberian insentif kepada karyawan dapat menguntungkan apabila perusahaan selaku pemberi dalam kondisi sehat.
“Kalau ini sahamnya BRI, no doubt atau tanpa keraguan tidak perlu dipertanyakan. Ini menurut saya bagus tidak merugikan karyawan,” katanya.
Piter mengatakan bahwa saham BRI terbilang bagus secara nilai dan likuiditas.
Selain itu, sebut dia, BRI juga memiliki rekam jejak yang sangat positif dalam hal pembayaran dividen.
“Sebagai contoh, pada 2021, BRI memutuskan membagikan rasio dividen sebesar 85 persen. Sebelumnya, pada 2020, bank mengumumkan rasio dividen sebesar 65 persen,” jelas Piter.
Lebih lanjut, Piter menjelaskan bahwa BRI mencetak kinerja cemerlang sepanjang semester I-2022.
Emiten bersandi BBRI tersebut, kata dia, menargetkan untuk mencetak laba lebih dari Rp 40 triliun pada 2022.
“Sepanjang Januari sampai Juni 2022, bank secara konsolidasian telah mengumpulkan laba Rp 24,8 triliun,” ucap Piter.
Pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga yang meningkat menjadi Rp 76,86 triliun. Pendapatan ini tumbuh 10 persen secara tahunan year-on-year (yoy) dari Rp 69,95 triliun dibandingkan dengan posisi Juni 2021.
Piter mengungkapkan bahwa capaian laba tersebut tidak terlepas dari penyaluran kredit secara konsolidasi sebesar Rp 1.104,79 triliun atau tumbuh 8,75 persen yoy.
“Hampir seluruh segmen pinjaman mengalami pertumbuhan positif. Kredit ke segmen mikro, misalnya, tembus Rp 518,76 triliun atau naik 15,07 persen yoy,” katanya.
Sementara itu, lanjut Piter, total aset meningkat 6,37 persen yoy menjadi Rp 1.652,84 triliun dengan tingkat pengembalian atau return on asset (ROA) 3 persen
Penyaluran kredit ke segmen konsumer juga naik 5,27 persen, serta segmen kecil dan menengah naik 2,71 persen.
“Adapun, kredit UMKM BRI mengalami pertumbuhan 9,81 persen yoy menjadi Rp 920 triliun per Juni 2022,” jelas Piter.
Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu mengatakan bahwa perseroan sejak awal 2022 sudah menetapkan target pertumbuhan kredit pada rentang 9 persen sampai 11 persen yoy.
Melihat pencapaian hingga paruh pertama 2022, ia optimistis target tersebut dapat tercapai.
“BRI akan tetap berhati-hati dalam mencapai target pertumbuhan kredit pada 2022. Kualitas kredit yang disalurkan akan dijaga dengan rasio non-performing loan (NPL) di level 2,8 persen hingga 3 persen,” ujar Viviana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Gedung-BRI-di-Jakarta.jpg)