Kasus Intimidasi
Rumah Tahfiz Quran Didemo Puluhan Pria Diduga Massa Bayaran
Rumah Tahfiz Quran Siti Hajar yang ada di Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit sempat diserang sejumlah massa diduga bayaran
Soal masalah status lahan rumah tahfiz, katanya, institusi pendidikan itu berdiri di lahan yang memiliki sertifikat sah.
Namun, ia mengaku belum tahu apakah pendirian bangunannya sudah mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) atau belum.
"Informasinya ada yang bilang sudah ada, ada juga yang bilang belum (IMB), itu masih didalami dari pemerintah setempat," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan, saat ini Muspika kecamatan masih berjaga di rumah Tahfiz Quran Siti Hajar untuk mencegah adanya keributan yang terjadi.
"Muspika lagi berjaga di sana, dari Polsek, Koramil, dan Satpol-PP. Jangan sampai terjadi, ada pihak-pihak lain yang tidak ada berkepentingan mengadu domba," pungkasnya.
Disebut ada 'sarang' perjudian
Demo di rumah Tahfiz Quran Siti Hajar yang dilakukan sejumlah pria diduga ada kaitannya dengan masalah perjudian.
Diketahui, bahwa terdapat sarana perjudian yang selama ini beroperasi tanpa tersentuh hukum.
Dalam bagan konsorsium 303 terkait kasus Irjen Ferdy Sambo disebutkan, bahwa sarana judi di kawasan ini disebut-sebut dikelola oleh pria berinisial AS.
Rumor berkembang, bahwa demo sekelompok pria di rumah tahfiz itu karena risih dengan keberadaan rumah pendidikan agama.
Sehingga, ada yang menyebut bahwa pengusaha sengaja diduga menyuruh massa untuk mengintimidasi pihak rumah tahfiz.
Ada juga yang menyebut, bahwa sebelum rumah tahfiz berdiri, ada pihak yang akan membeli lahan sarana pendidikan itu.
Namun pihak rumah tahfiz tak mau menjualnya, dan kemudian mendirikan sarana pendidikan gratis bagi masyarakat.
Terkait rumor dimaksud, Tribun-medan.com masih berupaya mengonfirmasinya pada pihak The Hill and Resort Sibolangit, serta kepolisian.(tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/rumah-tahfiz-quran-diserang.jpg)