Liga 2 Indonesia
Mantan Komunitas Pecinta PSDS Beri Cerita dan Masukan Pada Tim yang Tenggelam di Klasmen
Pertandingan antara PSDS Deliserdang melawan Sriwijaya FC di Stadion Baharoeddin Siregar beberapa waktu lalu ditonton oleh 3600 penonton
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM,LUBUKPAKAM- Pertandingan antara PSDS Deliserdang melawan Sriwijaya FC di Stadion Baharoeddin Siregar beberapa waktu lalu ditonton oleh 3600 penonton.
Jumlah ini sempat diumumkan melalui pengeras suara oleh pihak Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan pada sela-sela pertandingan.
Dari ribuan penonton itu, sorak-sorak dukungan yang dipandu suporter PSDS pun masih kecil terdengar.
Baca juga: Jelang Laga dengan PSPS, Susanto Langsung Evaluasi Kelemahan Skuad PSDS Deli Serdang
Pada saat itu ada juga terlihat spanduk bertuliskan komunitas Buldoser Mania, tapi belum terdengar riuh suara anggotanya.
Jumlahnya anggota komunitas ini pun masih bisa dihitung dengan jari karena mereka berada di wilayah dekat belakang gawang.
Kondisi ini masih jauh berbeda dari kondisi ketika tim Traktor Kuning masih merumput di Divisi Utama, kasta tertinggi persepakbolaan Indonesia tahun 2007-2008. Pada saat itu komunitas suporter PSDS pun ada beberapa.
Mulai Anak Traktor Kuning (Antraks) juga ada Laskar Panglima Nayan (Lapan) dan Kontak singkatan dari Komunitas Pecinta Traktor Kuning.
Baca juga: Kapten PSDS Deliserdang Masuk Tiga Besar Kiper dengan Penyelamatan Terbanyak Sementara Liga 2
Saat itu sorak-sorak dari ribuan pendukung pun terdengar dari zona timur stadion Baharoeddin Siregar.
Masing-masing kelompok punya wilayah tersendiri dan datang dengan alat musik seperti Bass Drum.
Saat ini tiga kelompok itupun sudah tidak tampak lagi. Kini hanya ada Antraks Mania dan Buldoser Mania, kelompok baru yang satu-satunya menjadi komunitas suporter PSDS. Antraks Mania yang berbeda pengurusan dengan Antraks yang masih datang dan membawa alat musik.
"Ya sekarang sudah pada sibuk semua. 14 tahun yang lalulah kami aktifnya dulu. Sekarang kita lihat prestasi PSDS inipun belum puas. Tiga kali main masih satu poin, kemarin aku lihat juganya pertandingan di stadion kekecewaan yang ada karena sampai hasil akhir kita lihat kurang greget permainannya. Kalau dulu kami posisi di Tribun Timur paling tengah tapaknya. Anggotanya ada seribu orang lebih," ucap Darma Sucipto yang pernah menjadi Sekretaris Lapan, Rabu (13/9/2022).
Baca juga: Duduki Dasar Klasemen Sementara, Manajemen PSDS Masih Optimistis Tatap Laga Lanjutan di Liga 2
Darma menyebut karena saat ini PSDS sudah bermain di persepakbolaan profesional animo masyarakat khususnya warga Deliserdang pun menjadi tinggi lagi.
Maklum lama PSDS tak punya prestasi dan terus-terusan bermain di Liga 3.
Sebagai orang yang masih cinta dengan PSDS, Darma pun mengaku ada khawatiran prestasi akan kembali terjun bebas.
"Ya karena itu juga bisa dibilang (prestasi PSDS masih belum tampak di Liga 2) makanya seperti ini (Lapan belum nampak). Suporter ini jugakan erat kaitannya sama tim. Kita juga kaget baca berita kemarin di Tribun, Syahrial (pelatih) mengundurkan diri," ucap Darma.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PSDS-lawan-Sriwijaya-FC.jpg)