Puasa
Niat dan Hukum Puasa Qadha, Berikut Manfaat Serta Tata Cara Mengganti Utang Puasa Ramadan
Wanita yang tidak berpuasa karena menstruasi selama bulan Ramadhan harus melengkapi puasa mereka pada hari selain Ramadan.
Penulis: Rizky Aisyah | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com.MEDAN - Puasa Qadha adalah mengganti utang puasa Ramadan disebut juga dengan .
Puasa Qadha adalah puasa yang dilakukan oleh seseorang untuk mengganti puasa wajib yang ditinggalkan, atau karena satu hal yang membuat seseorang batal puasa wajibnya, tetapi tidak ada unsur kesengajaan.
Bagi umat Islam yang meninggalkan puasa wajib, dianjurkan untuk membayar sesegera mungkin agar tidak melupakan jumlah puasa yang terlewat dengan Puasa Qadha atau dengan membayar fidyah.
Umat Islam diwajibkan berpuasa selama satu bulan selama Ramadhan. Namun, ada juga orang yang tidak berpuasa karena sedang haid.
Wanita yang tidak berpuasa karena menstruasi selama bulan Ramadan harus melengkapi puasa mereka pada hari selain Ramadhan.
Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui bacaan niat puasa mengganti puasa ramadan karena haid.
Cara menggantinya juga boleh tidak berturut-turut, jadwal puasa bisa diatur sendiri sesuai dengan kemampuan.
Baca juga: JADWAL Liga 2 2022-2023, Kompetisi Ditargetkan Selesai Sebelum Puasa Tahun Depan
Niat Puasa Qadha
NAWAITU SHAUMA GHADIN 'AN QADHĀ'I FARDHI SYAHRI RAMADHĀNA LILLÂHI TA'ÂLÂ.
Artinya: “Saya niat berpuasa untuk mengganti puasa Ramadhan karena Allah Ta'ala.”
Hukum Membayar Hutang Puasa Ramadhan
Membayar puasa Ramadhan wajib hukumnya. Sesuai dengan surat Al Baqarah:185.
"Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah: 185).
Tata Cara Membayar Hutang Puasa Ramadhan
Setelah Anda mengetahui niat puasa untuk melunasi hutang puasa ramadhan Anda, pelajari juga cara melunasi hutang puasa ramadhan Anda.
Cara bayar atau qadha puasa Ramadhan bisa dilakukan kapan saja. Namun niat puasa untuk melunasi hutang puasa Ramadhan tetap dibaca di malam hari.
Perlu dicatat bahwa makruhlah yang lebih mengutamakan puasa sunnah di atas puasa qadha.
Cara Membayar Fidyah bagi Orang yang Tidak Mampu Menjalankan Puasa
Bagi sebagian orang yang tidak mampu berpuasa menurut kriteria tertentu, tidak perlu berpuasa dan tidak wajib menggantinya di waktu lain.
Tetapi sebagai imbalannya mereka harus membayar fidyah.
Adapun kriteria orang yang bisa membayar fidyah di antaranya:
Orang tua renta yang tidak memungkinkannya untuk berpuasa
Orang sakit parah yang kecil kemungkinan sembuh
Ibu hamil atau menyusui yang jika berpuasa khawatir dengan kondisi diri atau bayinya (atas rekomendasi dokter).
Membayar atau mengqadha puasa dapat dilakukan di luar bulan Ramadhan dan di luar waktu menyusui. Sementara mengenai kewajiban fidyah ketentuan pembayarannya adalah sebagai berikut:
Jika ia khawatir keselamatan dirinya atau dirinya beserta anak /janinnya, maka tidak ada kewajiban fidyah.
Jika hanya khawatir keselamatan anak/janinnya, maka wajib membayar fidyah. (lihat Syekh Ibnu Qasim al-Ghuzzi, Fath al-Qarib Hamisy Qut al-Habib al-Gharib, hal. 223).
Sedangkan fidyah yang harus dibayarkan adalah satu mud (berupa makanan pokok) untuk setiap hari yang ditinggalkan yang diberikan kepada orang miskin atau orang faqir.
Satu mud kurang lebih 675 gram beras, dan dibulatkan menjadi 7 ons.
Baca juga: Niat, Hukum, Keutamaan, Manfaat dan Tata Cara Puasa Sunah Senin Kamis
Manfaat Puasa Qadha
Menurunkan berat badan
Meningkatkan insulin dalam tubuh
Mempercepat metabolisme
Memperpanjang usia
Meningkatkan rasa lapar
Meningkatkan nafsu makan
Meningkatkan fungsi otak
Meningkatkan kekebalan tubuh
Membersihkan kulit dan mencegah jerawat
(cr30/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ilustrasi-Puasa-as.jpg)