Liga Italia
Prediksi Liga Italia 2022/2023 - Inter Milan Dicap Tim Modal Otot Beda Jauh dari AC Milan
Gelaran Liga Italia 2022/2023 segera dimulai pada pertengahan Agustus ini dan sudah menimbulkan berbagai prediksi dari Robert Donadoni.
TRIBUN-MEDAN.com - Prediksi Liga Italia 2022-2023 menjadi sorotan dua klub Inter Milan dan AC Milan dalam perburuan gelar.
Gelaran Liga Italia 2022/2023 segera dimulai pada pertengahan Agustus ini dan sudah menimbulkan berbagai prediksi.
Satu di antara yang mengeluarkan pandangan soal persaingan Liga Italia musim ini datang dari mantan pemain AC Milan, Roberto Donadoni.
Donadoni memberikan perbandingan yang mencolok antara bekas timnya dengan Inter Milan.
AC Milan dan Inter Milan diprediksi menjadi dua poros utama dalam perburuan Scudetto.
Meski masih ada Juventus maupun AS Roma, namun duo Milan itu diprakirakan bersaing sengit sejak awal musim untuk membuktikan siapa yang layak menjadi 'raja' Liga Italia selanjutnya.
Baca juga: Liga Italia - Kepingan Puzzle Allegri Belum Lengkap, Juventus Tagetkan 3 Pemain Baru
Berbagai alasan menjadi pertimbangannya. Paling mendasar ialah bagaimana kedua tim mendatangkan amunisi baru.
Inter Milan mendapatkan Romelu Lukaku hingga Andre Onana.
Sedangkan kubu AC Milan, klub kesayangan Milanisti tersebut memperoleh jasa Yacine Adli, Divock Origi hingga Charles De Ketelaere.
Namun menariknya, Roberto Donadoni memilih mengupas dasar pemainan kedua tim. Menurutnya, meski berasal dari kota yang sama, namun Rossoneri dan Nerazzurri memiliki pakem berbeda.
Inter Milan dicap sebagai kesebelasan yang lebih mengandalkan faktor fisik alias otot.
Baca juga: JADWAL Tayang Liga Italia 2022-2023 Pekan Pertama, AC Milan Duel Udinese Laga Pembuka
Sedangkan Rossoneri menjurus kepada penekanan keindahan permainan.
"Itu benar, kekhasan permainan sudah menjadi DNA bagi kedua klub ini. Dalam sejarahnya, Inter Milan adalah tim yang bermain dengan modal fisik, otot dan itu membuat mereka kuat," buka Donadoni, dikutip dari laman Calciomercato.
"Sejak era Helenio Herrera, Inter Milan mengandalkan pemain lewat kecepatan Sandro Mazzola, sprint Giacinto Facchetti dan Luis Suarez," tambahnya.
"Namun keterbalikan dengan AC Milan. Mereka memiliki keindahaan dan memilih untuk menyempurnakan permainan. Ide utamanya ialah menguasai pertandingan," tegas Donadoni.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ac-milan-vs-inter-leg-1-coppa.jpg)