Kontroversi Tewasnya Brigadir Yosua
Komnas HAM Temukan Rentetan Kronologi Penting Tewasnya Brigadir J, Sandingkan Bukti, Rekaman CCTV?
Komnas HAM mengungkap perkembangan terbaru, penyelidikan terkait tewasnya Brigadir J di rumah Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo.
TRIBUN-MEDAN.com - Komnas HAM mengungkap perkembangan terbaru, penyelidikan terkait tewasnya Brigadir J di rumah Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo.
Komisioner Bidang Pemantauan dan Penyelidikan M Choirul Anam mengatakan Timnya telah mendapatkan beberapa rentetan kronologi yang sangat penting dalam kasus tewasnya Brigadir J.
Ia mengatakan saat ini Tim tengah mendalami rentetan yang sangat penting tersebut beserta bukti sandingannya.
• JANGAN SALAH Ternyata 2 Pengaduan, Brigadir J Terlapor di Polda, Mabes Polri Bantah Kompolnas
Hal tersebut disampaikannya di kanal Youtube Humas Komnas HAM RI pada Rabu (20/7/2022) malam.
"Kami mendapatkan beberapa sekuen (rentetan) kronologi yang sangat sangat penting, itu juga sedang kami dalami dengan berbagai bukti, sandingan bukti dan lain sebagainya," kata Anam.
Anam mengatakan timnya juga telah mengkonsolidasi semua kronologi yang telah didapatkan.
Proses tersebut, kata Anam, penting bagi tim dalam permintaan keterangan dengan kepolisian pekan depan.
Baca juga: Sosok Tersangka Kasus Brigadir J akan Terungkap di Rekaman CCTV
Anam mengatakan saat ini tim terus menerus melakukan diskusi secara mendalam di internal dengan berbagai informasi yang baru masuk.
Ia menjelaskan dalam proses tersebut setiap informasi yang didapatkan tim akan langsung dicek datanya, rentetan logika peristiwanya, juga rentetan konstruksi peristiwanya.
Proses tersebut, kata dia, dilakukan agar tim memiliki satu kronologi yang ajeg dengan berbagai pembuktian.
"Yang paling penting juga minggu ini, kami akan rampungkan soal kronologi. Karena dengan kronologilah kita bisa melihat dengan lebih jernih sebenarnya apa yang terjadi," kata Anam.
"Kepada para pihak yang sudah memberikan berbagai informasi kepada kami, kami ucapkan terima kasih. Dukung Komnas HAM untuk bekerja secara independen dan imparsial," kata dia.
2 Jenderal Sudah Dicopot
Kapolri akhirnya mencopot dua jenderal dan satu kombes, untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Adapun dua jenderal dan satu kombes yang dicopot itu yakni Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, dan Kombes Budhi Herdi Susianto.
Irjen Ferdy Sambo sebelumnya menjabat sebagai Kadiv Propam Mabes Polri.
Ia disebut terkait langsung dalam insiden tewasnya Brigadir J, di rumah dinas yang ada di Komplek Polri, Jakarta Selatan.
Kemudian, Brigjen Hendra Kurniawan dicopot dari jabatannya sebagai Karo Paminal Propam Mabes Polri.
Pencopotan Brigjen Hendra Kurniawan ini juga berangkat dari desakan keluarga Brigadir J, melalui kuasa hukumnya.
Begitu juga dengan Kombes Budhi Herdi Susianto.
Ia dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Jakarta Selatan, karena desakan keluarga Brigadir J.
Perkembangan kasus dan penemuan CCTV
Pertanyaan masyarakat mengenai keberadaan CCTV di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo akhirnya terjawab.
Meski sebelumnya Mabes Polri menyebut bahwa CCTV yang ada di rumah dinas itu sudah rusak selama dua minggu, nyatanya ditemukan CCTV yang bakal mengungkap tragedi mematikan terhadap Brigadir J tersebut.
Saat ini, CCTV itu ada di tangan Direktur Tipidum Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi.
CCTV itu kemudian diserahkan kepada tim forensik, untuk diteliti lebih lanjut.
"Kita sudah menemukan CCTV yang bisa mengungkap secara jelas kontruksi kasus ini. CCTV ini sedang didalami oleh timsus, dan nanti akan dibuka jika proses penyidikan selesai," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Dedi Prasetyo, Rabu (20/7/2022).
Menurut Brigjen Andi Rian Djajadi, CCTV yang ada hubungannya dengan penembakan Brigadir J ini didapat dari sejumlah sumber.
Dia tidak menjelaskan, siapa sumbernya.
Apakah dari ajudan Irjen Ferdy Sambo, atau dari mantan Kadiv Propam Mabes Polri itu sendiri.
"Ada beberapa hal yang harus disinkronisasi-sinkronisasi, kaliberasi waktu. Kadang-kadang ada tiga CCTV di sana, di satu titik yang sama, tapi waktunya bisa berbeda-beda,"
"Nah, tentunya ini harus melalui proses yang dijamin legalitasnya. Jadi bukan berdasarkan apa maunya penyidik, tapi berdasarkan data daripada CCTV itu sendiri," jelasnya.
Mantan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut ini enggan merinci lebih jauh, mengenai isi CCTV yang sudah ditemukan tersebut.
"Terkait dengan CCTV, juga tidak perlu kita jelaskan di sini, karena itu materi penyidikan. Yang jelas, saat ini sedang berada di labfor untuk dilakukan proses-proses digital forensik di sana,"
"Hasilnya juga nanti akan disampaikan oleh ahli kepada penyidik bukan kepada siapa-siapa," katanya.
Sumber: Tribunnews.com /(tribun-medan.com/Gita Irawan)
Komnas HAM Temukan Rentetan Kronologi Penting Tewasnya Brigadir J, Sandingkan Bukti, Rekaman CCTV?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Komisioner-Pemantauan-dan-Penyelidikan-Komnas-HAM-Choirul-Anam-saat-sidak.jpg)