Kontroversi Tewasnya Brigadir Yosua

BABAK BARU CCTV di Kompleks Rumah Irjen Ferdy Sambo Diperiksa Lagi| Peristiwa Terekam Dibuka?

Inilah perkembangan terbaru kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J yang diwarnai banyak kejanggalan.

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
KOlase Tribunnews.com
Misteri rekaman CCTV terkait tewasnya Brigadir J akan terbongkar 

"Jadi percayalah masyarakat kalau reserse yang ngambil, itu pasti dalam rangka penyelidikan," ujarnya.

Ia mengatakan wajar polisi mengambil CCTV dalam prosedur.

"Memang CCTV dalam prosedurnya, seharusnya diambil," katanya.

Diterangkan juga oleh Susno Duadji kalau info CCTV rusak itu tidak benar.

"Penjelasan yang katanya tidak jelas bahwa rusak itu sebelumnya nggak benar," jelasnya.

CCTV dikatakan Aryanto Sutadi untuk menjadi pembuktian di pengadilan.

"Diambil kemudian masih ada bisa dibuktikanlah di pengadilan gitu," jawab Aryanto Sutadi.

Menurut Susno Duadji yakin kalau CCTV tersebut akan dibuka di pengadilan.

"Jadi Reserse pasti akan buka itu di pengadilan,siapa yang terekam disitu, karena CCTV centralnya ada di pos satpam, diambil oleh penyidik, dibawa milik rt," ujarnya.

Sekali lagi Susno Duadji menyakinkan masyarakat kalau CCTV masih ada di kepolisian.

"Insya allah rekaman masih ada, ter-record sebelum peristiwa, saat peristiwa dan sesudah peristiwa, insya allah," jawabnya.

Kini publik menunggu bagaimana kelanjutan kasus Brigadir J dengan Bharada E yang dinanti oleh masyarakat.

Kasus tewasnya Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J menuai sorotan sejumlah pihak.

Kali ini giliran mantan Kepala Badan Intelijen Strategis TNI Laksamana Muda (Purn) Soleman B Ponto memberikan tanggapannya.

Soleman menilai ada sejumlah kejanggalan pada kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved