Berita Medan
Dituding Berlebihan Saat Amankan Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun, Polda Sumut : Menjaga Kamtibnas
Polda Sumut menyebut saat itu pihaknya bukan menangkap atau mengamankan jemaat, melainkan memisahkan ruang sesama jemaat yang berkonflik.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polda Sumut memberi penjelasan terkait tudingan sejumlah jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun yang menyebut cara polisi berlebihan saat mengamankan jemaat 21 Mei lalu.
Polda Sumut menyebut saat itu pihaknya bukan menangkap atau mengamankan jemaat, melainkan memisahkan ruang sesama jemaat yang berkonflik.
Baca juga: Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun Tuding Polda Sumut Bertindak Represif, Teriakan Histeris Ada Preman
"Kita bukan menangkap atau mengamankan. Petugas berupaya secara persuasif memisahkan ruang jemaat yg berkonflik secara internal di antara mereka," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, Sabtu (28/5/2022).
Hadi mengatakan langkah pihaknya membawa sejumlah jemaat mencegah terjadinya bentrokan.
Selain itu, Polda Sumut juga mendorong agar ada penyelesaian konflik yang terjadi sesama jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun.
Baca juga: Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun Diajak Kapolrestabes Medan Jaga Kamtibmas
"Petugas mencegah timbulnya hal-hal yang tidak diinginkan sesama jemaat. Justru kita mendorong penyelesaian secara baik di internal mereka."
Terkait pernyataan Kontras Sumut yang bakal melaporkan personel ke Propam Mabes Polri, Polda Sumut mempersilakan mereka mengadu.
Hadi mengatakan polisi memang tak bisa memuaskan keinginan masyarakat, apalagi terkait konflik internal.
Namun yang jelas Polda Sumut menjaga situasi agar tetap kondusif.
"Silahkan itu hak ya, setiap upaya yang dilakukan oleh Polri tentu tidak akan bisa memuaskan semua pihak terlebih ada konflik internal. Yang jelas tugas kita adalah menjaga situasi kamtibmas kondusif," ucapnya.
(Cr25/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kombes-Hadi-Wahyudi-saat-diwawancarai.jpg)