Pembacokan di Medan Labuhan

Polisi Sebut Korban Pembacokan di Medan Labuhan Anggota OKP, Ibu Korban : Dia Ga Ada Ikut Kayak Gitu

Ia mengatakan, jika memang bentrok tersebut terjadi pastilah korban mengenali para pelaku yang membacoknya.

Editor: Ayu Prasandi
HO
Korban keganasan geng motor saat terkapar di rumah sakit. Korban dibacok hingga tangannya hampir putus. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polisi sebut Radja Jaya Wardhana yang dibacok di Jalan Pasar X Marelan, Kecamatan Medan Labuhan, merupakan Ketua Ranting Pemuda Pancasila (PP).

Selain itu, polisi juga mengatakan kejadian pembacokan tersebut dilatarbelakangi adanya persoalan antara PP dan kelompok pemuda lainnya.

Terkait hal tersebut, ibu korban Ely Susanti membantah anaknya terlibat dalam Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) apalagi menjadi ketua.

Baca juga: BELUM Pasti Ulah Geng Motor, Polisi Sebut Korban Pembacokan di Medan Labuhan Ketua OKP

Kondisi terkini Radja Jaya Wardhana, korban yang katanya diserang geng motor di Jalan Pasar X, Marelan, Kecamatan Medan Labuhan. (Ho)
Kondisi terkini Radja Jaya Wardhana, korban yang katanya diserang geng motor di Jalan Pasar X, Marelan, Kecamatan Medan Labuhan. (Ho) (HO)

"Nggak, dia nggak ada ikut kayak gitu, apalagi jadi ketua," kata Ely kepada Tribun-medan, Senin (11/4/2022).

Menurutnya, tudingan tersebut merupakan isu yang beredar.

"Kalau isu yang beredar itu entah apa-apa isinya, ada lagi yang bilang orang itu ngumpul di cafe dan sudah bentrok duluan di cafe itu," ucapnya.

Baca juga: Tangan dan Kaki Nyaris Putus, Ini Kondisi Korban Pembacokan Komplotan Geng Motor

Ia mengatakan, jika memang bentrok tersebut terjadi pastilah korban mengenali para pelaku yang membacoknya.

Ely Susanti ibu kandung korban saat menceritakan tentang kejadian yang menimpa anaknya di depan Rumah Sakit Umum Imelda, Selasa (5/4/2022).
Ely Susanti ibu kandung korban saat menceritakan tentang kejadian yang menimpa anaknya di depan Rumah Sakit Umum Imelda, Selasa (5/4/2022). (TRIBUN MEDAN/ALF)

"Kalau memanglah orang itu ngumpul disitu dan bentrok sudah taulah dia siapa yang bacok dia, ini dia aja nggak ada yang kenal," tuturnya.

Namun, ia menyebutkan bahwa beberapa teman dari anaknya memang benar merupakan anggota OKP dikawasan tersebut.

"Kawan-kawan dia ada beberapa yang ikut OKP, jadi dia pun kadang duduk-duduk sama orang itu di pos nya," katanya.

Sementara itu, Radja Jaya Wardhana juga membantah tudingan terhadap dirinya yang merupakan bagian dari PP.

Tetapi, ia mengaku sering gabung dengan rekan - rekannya yang merupakan anggota PP.

Korban keganasan geng motor saat terkapar di rumah sakit. Korban dibacok hingga tangannya hampir putus.
Korban keganasan geng motor saat terkapar di rumah sakit. Korban dibacok hingga tangannya hampir putus. (HO)

"Nggak ada, cuma ikut - ikut gabung duduk - duduk aja, karena memang lantaran ngumpulnya disitu. Kalau kawan - kawan iya ikut ikut kek gitu," ungkapnya.

Sebelumnya, Radja Jaya Wardhana (22) menjadi korban keganasan komplotan geng motor, yang beraksi di Jalan Pasar X Marelan, Kecamatan Medan Labuhan, pada Selasa (5/4/2022) menjelang sahur.

Korban yang nyaris tewas dengan kondisi tangan dan kaki hampir putus itu sempat memenandai wajah pelaku yang hendak membunuhnya.

(cr11/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved