Perang Rusia vs Ukraina
Putin Melunak ke Ukraina, Rusia Izinkan Zelenskyy Gabung Uni Eropa Tapi Ultimatum Tak Gabung NATO!
Moskow juga mengizinkan Ukraina untuk bergabung dengan Uni Eropa, asalkan tidak bergabung dengan NATO.
TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Rusia tak lagi meminta Ukraina menjadi denazifikasi.
Bahkan dilaporkan Kremlin bersiap untuk membiarkan negara tersebut bergabung dengan Uni Eropa.
Namun tetap melarang Ukraina bergabung dengan NATO.
Rancangan perjanjian gencatan senjata telah membatalkan tiga tuntutan utama Moskow pada awal perang.
Menurut empat orang yang 'diberi pengarahan tentang diskusi', tampaknya Rusia sekarang siap untuk meninggalkan kepemimpinan Kyiv di tempatnya.
Financial Times melaporkan, pihak Putin mengabaikan tuntutan agar Ukraina 'demiliterisasi' dan mencabut perlindungan hukum untuk bahasa Rusia.
Moskow juga mengizinkan Ukraina untuk bergabung dengan Uni Eropa, asalkan tidak bergabung dengan NATO.
Ini merupakan kompromi yang telah diindikasikan akan diterima oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Tetapi para pejabat di Kyiv dikatakan waspada bahwa Moskow mengubah posisinya hampir setiap hari.
Dan takut bahwa Rusia menggantungkan janji perdamaian untuk mengulur waktu, berkumpul kembali di medan perang.
Sebagai dalih untuk invasinya, Vladimir Putin mengatakan tujuannya adalah 'untuk melindungi orang-orang' yang telah 'menjadi sasaran intimidasi dan genosida' oleh kepemimpinan 'neo-Nazi' dari Presiden Zelensky.
Tapi sekarang ada saran bahwa dia mungkin membiarkan pemimpin Ukraina itu tetap berkuasa setelah konflik berakhir.
Namun rancangan tersebut yang akan dibahas pada putaran pembicaraan hari ini mengandung salah satu poin penting,
Yaitu bahwa Ukraina harus mengakui kendali Rusia atas Krimea, yang dianeksasi secara ilegal pada 2014.
Sebelumnya Zelensky mengatakan dia bersedia berkompromi dengan Rusia untuk membawa perdamaian 'tanpa penundaan'.
Tetapi tidak akan menerima jika Rusia ingin memecah belah negara itu.
(Tribun-Video.com/Dailymail.com)