Tempat Wisata di Sumut
SERUNYA Wisata Serba Madu di Tengah Hamparan Kebun Teh Sidamanik di Desa Sait Buttu
Takoma juga telah didukung sarana dan prasarana yang mengasyikkan tatkala tamu datang menikmati madu asli dari lebah endemik Simalungun.
Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN- Selain dikenal dengan pesona hijaunya kebun teh, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun juga memiliki desa wisata yang mengenalkan tamunya tentang produksi madu dan produk olahannya.
Desa itu bernama Sait Buttu Saribu.
Desa Sait Buttu menyediakan wisata edukasi kepada masyarakat.
Baca juga: TEMPAT Wisata Kuliner Ekstrem di Kota Medan, Ada Sop Biawak hingga Kodok Goreng
Dengan Kelompok Tani Takoma (Singkatan Talas Kopi Madu) akan memberi experience untuk pengunjung untuk mengenal jenis lebah dan karakter madu yang dihasilkan.
“Kita menyuguhkan edukasi berbasis budidaya lebah madu, pengenalan lebah dan karakter madu. Dan kemudian ada juga beberapa kegiatan untuk meningkatkan semangat konservasi,” ujar Founder Takoma, Slamet Suryadi.
Slamet juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan Bank Indonesia Kpw Pematangsiantar yang masuk ke ranah penangkaran lebah pada tahun 2019.
Kelompok tani, ujar Slamet diberikan bibit lebah dan yang ternyata terus berkembang.
Takoma juga telah didukung sarana dan prasarana yang mengasyikkan tatkala tamu datang menikmati madu asli dari lebah endemik Simalungun.
Baca juga: DESA Silalahi Objek Wisata Dairi, Bupati Eddy Bakal Lebarkan Jalan dan Bangun Gedung Pusat Tenun
Takoma Desa Sait Buttu dilengkapi gazebo yang beri diri di atas sungai, musala, kedai madu, toilet. dan kolam ikan.
Sejumlah minuman serba madu bisa dinikmati, seperti jus roti lebah madu yang dibanderol hanya Rp12 ribu, teh madu Rp8 ribu, lemon tea madu Rp8 ribu, dan wedang jahe madu Rp8 ribu.
Kemudian bagi yang ingin membawa pulang maduada beberapa jenis madu seperti madu, Takoma menyediakan madu cerana multiflora, madu melifera multiflora, madu trigona propolis, dan madu melifera nektar akasia yang dimulai dari harga Rp 35 ribu hingga Rp 270 ribu.
Bagi yang tak suka madu, ada juga lho kopi tubruk, kopi hitam, Vietnam drip ataupun teh manis. Semuanya hasil tani dari Pematang Sidamanik sendiri.
(alj/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pesona-Desa-Wisata-Sait-Buttu-yang-menyediakan-beberapa-olahan-madu.jpg)