Liga 1
JELANG Penentuan Juara Liga 1, Persib Bandung Dihantui Kutukan Kalau Pakai Sistem Kompetisi Penuh
Persib Bandung bakal melakoni laga pekan ke-33 lawan Persik Kediri pada Jum'at (25/3/2022) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
TRIBUN-MEDAN.com - Penentuan juara Liga 1 2021 bisa terjadi akhir pekan ini, di mana Bali United dan Persib Bandung tengah bersaing.
Namun berkaca dari Liga 1 saat ini yang memakai sistem kompetisi penuh, Persib Bandung punya rekor buruk.
Persib Bandung dihantui kutukan gagal juara saat melakoni kompetisi Liga Indonesia dengan format Kompetisi Penuh.
Persib Bandung bakal melakoni laga pekan ke-33 lawan Persik Kediri pada Jum'at (25/3/2022) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Persib punya misi wajib menang pada laga pekan pekan ini.
Namun Persib masih berharap kepada tim lain, yaitu Persebaya Surabaya untuk bisa menang melawan Bali United.
Baca juga: Bali United Butuh Imbang Saja Hadapi Persebaya agar Juara Liga 1 2021, Teco Singgung Karakter Lawan
Jika Bali United bermain imbang atau menang di laga tersebut, maka gelar Liga 1 secara resmi bakal melayang ke Pulau Bali.
Selain dihantui absensi pemain dan ancaman sanksi akumulasi kartu di laga pamungkas, Persib dihantui oleh kutukan lain jelang laga ini.
Persib dihantui kegagalan untuk menjadi juara Liga Indonesia, saat kompetisi berlangsung dengan format Kompetisi Penuh.
Persib sudah juara dalam dua kali kesempatan yaitu pada musim 1994/95 dan 2014.
Seluruh gelar juara Persib tersebut didapat saat kompetisi berlangsung dengan format dua wilayah dilanjutkan dengan babak 8 besar menuju semifinal dan final.
Pada sistem kompetisi penuh, Persib Bandung masih dinaungi rasa penasaran sampai hari ini.
Baca juga: Portugal Vs Turki Live Mola TV, Ronaldo Akan Lakukan Segalanya, Turki Siap Hadang Mimpi CR7
Sejak sistem kompetisi diperkenalkan pada musim 2003, Persib selalu kesulitan untuk membuat penantang gelar juara.
Dalam 11 musim Liga Indonesia telah menyelesaikan sistem kompetisi penuh, prestasi tertinggi Persib duduk di posisi ketiga di Liga Indonesia 2008-09.
Persib juga dua kali finish di bawah 10 besar, yaitu pada musim 2003 dan 2017.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Persib-bandung-liga-1-2022.jpg)