Berita Langkat

Polda Sumut tak Kunjung Menangkap Dewa Peranginangin, Padahal Disebut Paling Sadis Siksa Tahanan

Dewa Peranginangin, Ketua SAPMA PP Langkat tak kunjung ditangkap Polda Sumut. Padahal laporan LPSK jelas soal kasus kerangkeng manusia

Penulis: Satia | Editor: Array A Argus
HO
Ketua Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Kabupaten Langkat, Dewa Peranginangin disebut memberi makan tahanan muslim daging babi.(HO) 

TRIBUN-MEDAN.COM, STABAT - Polda Sumut sampai detik ini tak kunjung menangkap dan menahan Dewa Perantginangin, anak mantan Bupati Langkat, Terbit Rencana Peranginangin yang disebut paling sadis menyiksa tahanan di kerangkeng manusia.

Soal adanya indikasi keterlibatan Dewa Peranginangin dalam kasus ini, sudah jelas dipaparkan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus ini.  

"Proses sidiknya masih terus berjalan hingga sekarang ini," kata Hadi melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (17/3/2022). 

Hadi mengatakan, saat ini sudah 75 orang saksi diperiksa penyidik Polda Sumut. 

Baca juga: LPSK Sebut Dewa Peranginangin, Terduga Otak Pelaku Penganiaya Tahanan Masih Berkeliaran

Kemudian, Hadi juga menyebut bahwa pihaknya akan segera menginformasikan kepada masyarakat jika ada temuan fakta lain dalam kasus ini.

"Secepatnya kami update," ungkapnya. 

Sementara itu, dari hasil investigasi LPSK disebutkan, bahwa ditemukan adanya indikasi keterlibatan Ketua Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Kabupaten Langkat, Dewa Peranginangin

Dewa Peranginangin diduga melakukan penyiksaan terhadap para penghuni kereng dengan menggunakan selang, kunci Inggris, batu, balok, palu dan plastik yang dibakar lalu diteteskan ke tubuh.

"Semuanya sadis. Puluhan tahun saya berkerja, belum pernah menemukan kekerasan sesadis ini," kata Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi dalam konferensi pers di gedung LPSK belum lama ini. 

Baca juga: Dewa Peranginangin, Anak Mantan Bupati Langkat Disebut Kuasai Senjata Api Jenis FN

Para penghuni kerangkeng, ada yang mengalami putus jari akibat dipukul dengan menggunakan palu.

Lebih parahnya, alat kelamin penghuni kereng juga disudut dengan menggunakan api rokok.

Selain itu, para penghuni juga sering diteteskan plastik yang sudah dibakar sebelumnya oleh Dewa Peranginangin

Bukan hanya Dewa, Cana dan oknum Aparat Penegak Hukum juga ikut melakukan penyiksaan terhadap penghuni kereng. 
 
Pada temuan ini, Cana juga mencambuk para penghuni kereng dengan menggunakan selang air. 

Tempat penyiksaan penghuni kereng juga selalu berpindah. Ada yang mendapat penyiksaan di luar kerangkeng, Gudang Cacing, Perkebunan Sawit, Pabrik serta di dalam kolam ikan.

SG, korban yang meninggal dunia juga mengalami penyiksaan oleh Dewa Peranginangin
(Wen/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved