News Video
Hanya China yang Bisa Hentikan Rusia Menginvasi Ukraina, Alex Younger: Putin Membutuhkan Xi Jinping
Hanya Presiden China Xi Jinping yang bisa mempengaruhi Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghentikan invasi ke Ukraina.
Sebelumnya Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan menuding China memberikan bantuan kepada Rusia dalam serangan mematikan di Ukraina.
Namun tuduhan tersebut langsung dibantah oleh pihak China dan menyebut ada kesalahan informasi
TRIBUN-MEDAN.COM - Hanya Presiden China Xi Jinping yang bisa mempengaruhi Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghentikan invasi ke Ukraina.
Hal tersebut dikatakan oleh mantan kepala Secret Intelligence Service (M16), Alex Younger.
Bahkan ia menyebut Putin sedang bertaruh untuk memenangkan serangan tersebut
Alex Younger merupakan mantan kepala Secret Intelligence Service dari 2014 hingga 2020.
Dikutip dari Mirror.co.uk pada Rabu (16/3/2022) hanya China lah yang dapat berbicara kepada Putin agar berhenti melakukan operasi militer khusus.
Ia menyebut Putin membutuhkan Xi Jinping.
Sehingga kepala negara Rusia itu harus menyelaraskan keputusan dengan China.
"Dari semua orang yang bisa berbicara masuk akal dengannya (Putin), itu adalah Xi (Jinping, pemimpin China)," ujarnya.
Hubungan antara Rusia dan China yang belum lama terjalin ini dikatakan terganggu dengan adanya demiliterisasi di Ukraina tersebut.
Younger menambahkan, situasi di Ukraina secara serius memperparah masalah ekonomi yang dihadapi China.
Ini membaca risiko reputasi besar bagi negara Tirai Bambu jika mereka terus mengasosiasikan diri dengan kegiatan invasi di Ukraina.
Bahkan dalam pernyataannya, Younger menyebut Putin sedang berjudi dalam serangan tersebut.
Rusia telah mengalami kesulitan luar biasa sejak awal invasi.
Namun menurut mantan kepala M16 ini, pasukan Putin terus maju menyerang.
"Dia telah mengalami kesulitan luar biasa sejak awal tetapi dia akan terus maju dan dia harus melakukannya, karena dia pergi ke perang ini dengan premis yang salah, dan dia perlu terlihat membawa sesuatu kembali darinya." pungkasnya.
(tribun-video.com/mirror.co.uk)