Rusia vs Ukraina

Diamnya Negara Muslim Terhadap Perang Rusia-Ukraina: Tradisi 'Politik dan Agama'

Walaupun mereka akan menjadi pemangku kepentingan di Perang Dunia Ketiga, mereka negara muslim memilih tidak memikirkannya.

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
twitter
Pemimpin Gereja Kristen Ortodoks Patriak dan Presiden Vladimir Putin 

Hanya sekali-sekali sebagaian negara Muslim menawarkan mediasi antara Rusia dan Ukraina.

Namun, belum ada titik terang.

Israel yang justru membuat aksi paling mencengangkan.

Israel mencegah pemindahan sistem pertahanan rudal Dome mereka ke Ukraina.

Negara Yahudi itu juga berupaya agar Rusia-Ukraina mencari jalan tengah tebaik. Hal itu setelah PM Israel mencoba memediasi, dengan langsung menjumpai Vladirimir Putin di Moskow Minggu lalu.

Begitu halnya dengan Presiden Ukraina dan sebagaian negara bekas Uni Soviet sudah dikontaknya, di antaranya Jerman.  Tapi tetap belum ada jalan tengahnya.

Pihak Ukraina, mau gencatan senjata, tapi Rusia belum bersedia, karena tuntutan mereka belum terpenuhi.

Pertemuan peabat Rusia dan Ukraina, bukan hanya sekali atau dua kali.

Pertemuan terakhir dalam pembicaraan yang alot dilaksanakan di Antalya, Turki pada Kamis (10/3/2022).

Namun, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba menyayangkan sikap Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

 Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov membawa narasi tradisi kuno Rusia ke dalam meja perundingan.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengungkapkan; "Kami juga berbicara tentang gencatan senjata, gencatan senjata 24 jam, tetapi tidak ada kemajuan yang dicapai dalam hal itu."

"Tampaknya, ada pembuat keputusan lain untuk masalah ini di Rusia," beber Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba, dikutip Channel News Asia.

Ketika kesepakatan gencatan senjata belum tercapai, Dmytro Kuleba bersumpah: "Ukraina belum menyerah, tidak menyerah, dan tidak akan pernah menyerah."

Namun, Kuleba menambahkan, dia akan tetap siap untuk bertemu lagi dengan Lavrov "dalam format yang sama jika ada prospek atau diskusi substansial dan untuk mencari solusi".

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved