Liga Inggris

BERITA Chelsea: Terancam Merugi Rp 10 Triliun, Beli Bensin Buat Bus Tim Pun Kini Susah

Pembekuan semua aset pengusaha Rusia, Roman Abramovich, oleh pemerintah Inggris benar-benar bikin Chelsea kelimpungan.

Ben STANSALL / AFP
Pemilik Chelsea asal Rusia Roman Abramovich bertepuk tangan, saat para pemain merayakan kemenangan gelar liga mereka di akhir pertandingan sepak bola Liga Premier antara Chelsea dan Sunderland di Stamford Bridge di London pada 21 Mei 2017. 

TRIBUN-MEDAN.com - Chelsea terancam merugi Rp 10 triliun, sanksi pembekuan semua aset Roman Abramovich yang juga berimbas langsung pada sponsorship The Blues dengan para kliennya.

Pembekuan semua aset pengusaha Rusia, Roman Abramovich, oleh pemerintah Inggris benar-benar bikin Chelsea kelimpungan.

Sanksi itu berdampak langsung pada kegiatan operasional klub lantaran semua arus keuangan kini dibatasi dan diawasi pihak lain.

Hal itu termasuk penggunaan kartu kredit Chelsea untuk keperluan sehari-hari mereka, tak terkecuali membeli bahan bakar untuk bus tim.

The Athletic melaporkan, Roman Abramovich terkena sanksi pada Kamis pagi oleh pemerintah Inggris.

Baca juga: Juergen Klopp Tanggapi Chelsea Kena Sanksi, Sepakat tapi Miris dengan Thomas Tuchel

Chelsea tampil sebagai juara Piala Dunia Antarklub FIFA musim 2021 yang digelar di tahun 2022.
Chelsea tampil sebagai juara Piala Dunia Antarklub FIFA musim 2021 yang digelar di tahun 2022. (GIUSEPPE CACACE via kompas)

Digambarkan oleh pemerintah Inggris sebagai "oligarki pro-Kremlin", Abramovich telah dikenai sanksi dengan pembekuan aset dan larangan bepergian.

Chelsea yang juga masuk dalam aset Abramovich, juga termasuk dalam sanksi pembekuan aset.

Meski begitu, Chelsea diberi 'lisensi khusus' dari pemerintah Inggris untuk masih bisa menjalankan arus keuangan mereka dalam skala kecil demi kepentingan operasional dalam pengawasan ketat.

"'Lisensi khusus' itu mencakup izin bagi klub Liga Premier itu untuk memenuhi perlengkapan dan kebutuhan untuk bertanding, izin membayar staf dan pekerja, serta izin bagi pemegang tiket langganan untuk tetap bisa menghadiri pertandingan," tulis The Athletic dalam ulasannya. 

Namun, ada batasan dan pengawasan ketat terkait jumlah dan bagaimana uang uang tersebut dapat dibelanjakan.

"Dapat dipahami bahwa untuk sementara (pembekuan aset) meluas ke kartu kredit perusahaan di Chelsea — dan berarti mereka saat ini tidak dapat membeli bahan bakar untuk bus tim," tulis The Athletic.

Baca juga: LIGA INGGRIS Malam Ini Brighton Vs Liverpool, Waspada Buat The Reds Jika Main Siang Hari

Penggunaan uang bagi keperluan operasional Chelsea dibatasi tak boleh lebih dari 20 ribu euro atau sekitar Rp 312 juta per laga.

Pada situasi normal, lazim bagi klub-klub untuk membelanjakan uang mereka untuk kebutuhan akomodasi staf, pelatih, dan pemain dari hotel ke stadion saat menjalani laga baik kandang maupun tandang.

The Athletic menggarisbawahi, terkait situasi tersebut, Chelsea tidak perlu mengubah jadwal perjalanan mereka ke Lille, Prancis untuk laga Liga Champions, karena sudah dibayar sebelumnya sebelum sanksi pembekuan aset dijatuhkan.

Terancam Merugi Rp 10 Triliun

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved