Medan Terendam Banjir

MEDAN Kembali Terendam Banjir, Warga Sebut Tertinggi Pasca2020, Minta Keruk Sungai Deli

Kini debit air sudah mencapai 2,5 meter melanda pemukiman warga. Banyak warga yang berbondong-bondong mengevakuasi diri ke musala.

Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/GOKLAS
Pendiri Sanggar Anak Sungai Deli (Sasude) Lukman Hakim Siagian angkat bicara terkait banjir yang melanda beberapa titik Kota Medan, termasuk di lingkungan XII Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun.  

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pendiri Sanggar Anak Sungai Deli (Sasude) Lukman Hakim Siagian angkat bicara terkait banjir yang melanda beberapa titik Kota Medan, termasuk di lingkungan XII Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun.

Dia menjelaskan persoalan banjir di Kota Medan tak kunjung selesai.

Besar harapannya Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution dapat menuntaskan persoalan banjir. 

Baca juga: JALAN Gatot Subroto Medan Terendam Banjir, Puluhan Kendaraan yang Mogok Terpaksa Didorong

"Hari ini Sungai Deli meluap dan ini luapan tertinggi pasca banjir besar 2020. 

"Sebenarnya ini soal sederhana. Semisal perlu pengerukan Sungai Deli. Tidak usah dalam - dalam, cukup 1 meter saja sudah bisa meminimalisir banjir," ujarnya.

"Harapan kami itu, mudah - mudahan Wali Kota Medan atau instansi terkait yang bisa menyelesaikan persoalan ini bisa serius melakukan perbaikan," tambahnya. 

Ia pun menceritakan di lokasinya banjir mulai melanda sejak pukul 19.00 WIB. 

Kini debit air sudah mencapai 2,5 meter melanda pemukiman warga.

Alhasil, banyak warga yang berbondong-bondong mengevakuasi diri ke musala dan lapangan. 

"Ini orang tua dan anak - anak sedang dievakuasi agar tidak terjebak banjir ke Mushola Al Ridho," ungkapnya. 

 

(cr8/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved