Breaking News

Konflik Rusia Ukraina

BEK Manchester City Sumpahi Putin Mati dengan Cara Menyakitkan Imbas Rusia Serang Ukraina

Bek berusia 25 tahun ini mendoakan presiden Rusia tersebut mati dengan cara yang menyakitkan. 

SPUTNIK via Reuters via Tribunjateng
Tuntutan Presiden Rusia Vladimir Putin 

TRIBUN-MEDAN.com - Bek Manchester City, Oleksandr Zinchenko, mendoakan Presiden Rusia, Vladimir Putin, mati dengan cara menyakitkan usai memutuskan invasi atas Ukraina. 

Zinchenko telah memposting foto Putin dengan kata-kata, "Saya harap Anda mati dengan penderitaan yang paling menyakitkan."

Krisis Ukraina-Rusia kian memanas setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan operasi militer di wilayah timur Ukraina pada Kamis (24/2/2022) pagi waktu setempat. 

Menurut laporan AFP, terdengar ledakan di Kiev, ibu kota Ukraina, beberapa jam setelah pengumuman operasi militer Rusia. 

AFP juga melaporkan bahwa Kementerian Pertahanan Rusiatelah telah menghancurkan pangkalan udara militer Ukraina.

Baca juga: PERANG Rusia-Ukraina, Venue Final Liga Champions Bakal Dipindahkan ke Inggris

"Infrastruktur militer di pangkalan-pangkalan udara tentara Ukraina sudah tidak berfungsi," tulis Kementerian Pertahanan Rusia. 

Invasi Rusia ini mengundang kemarahan bek Manchester City dan timnas Ukraina, Oleksandr Zinchenko

Oleksandr Zinchenko menanggapi invasi Rusia atas tanah airnya itu dengan serangan terhadap Vladimir Putin. 

Oleksandr Zinchenko
Bek Manchester City, Oleksandr Zinchenko, mendoakan Presiden Rusia, Vladimir Putin, mati dengan menyakitkan usai melakukan invasi atas Ukraina.

Bek berusia 25 tahun ini mendoakan presiden Rusia tersebut mati dengan cara yang menyakitkan. 

Menurut laporan organisasi media Zorya Londonsk yang dikutip The Telegraph, Zinchenko telah memposting foto Putin dengan kata-kata, "Saya harap Anda mati dengan penderitaan yang paling menyakitkan."

Baca juga: TIMNAS Indonesia Masuk Grup Maut, Lawan Peringkat 90 Dunia, Ketum PSSI Optimistis Lolos Piala Asia

Unggahan itu sudah tidak bisa ditemukan di Instagram milik Zinchenko. 

Daily Mail melaporkan bahwa Zinchenko mengeklaim Instagram telah menghapus postingan tersebut sebagai upaya penyensoran.

Pada Rabu (23/2/2022), Zinchenko juga mengunggah foto dengan keterangan berisi dukungannya untuk Ukraina.

"Seluruh dunia beradab mengkhawatirkan situasi di negara saya. Saya tidak bisa menjauh dan ingin mencoba menyampaikan pendapat saya. Dalam foto itu adalah negara saya," tulis Zinchenko. 

"Negara tempat saya dilahirkan dan dibesarkan. Negara yang benderanya saya pertahankan di kancah olahraga internasional," lanjut mantan pemain PSV Eindhoven itu. 

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved