Rusia vs Ukraina

FOTO-FOTO Kondisi Ukraina saat Dibombardir Rusia, Truk Artileri Berjejer Siap Siaga Melepaskan Rudal

Rusia telah melakukan serangan terhadap Ukraina, hingga membuat masyarakat ketakutan. Kabar terbarunya, pasukan Ukraina disebut kocar-kacir

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
ASEAN World 24 - Southeast Asia Network
KONDISI UKRAINA: Truk Artileri Rusia Berjejer Siap Siaga Melepas Rudal untuk Bombardir Ukraina. 

Para pejabat mengatakan serangan terhadap unit militer di Podilsk, di luar Odessa menewaskan enam orang dan melukai tujuh orang.

Sembilan belas orang juga hilang.

Satu orang meninggal di kota Mariupol, tambah mereka.

Pesawat Rusia ditembak jatuh

Angkatan bersenjata Ukraina mengatakan mereka telah menembak jatuh lima pesawat Rusia dan sebuah helikopter.

"Tetap tenang dan percaya pada pembela Ukraina", kata pernyataan Angkatan Udara Ukraina.

Namun Kementerian Pertahanan Rusia membantah bahwa pesawatnya ditembak jatuh.

Steve Rosenberg,  BBC Moscow Correspondent, mengatakan penyerbuan ini menunjukkan Rusia sudah mempersiapkan rencana invasi penuh ke Ukraina, meski beberapa kali Putin mengadakan pertemuan dengan Presiden Amerika Joe Biden, Presiden Perancis Macron maupun Kanselir Jerman Olaf Scholz.

Vladimir Putin menjelaskan bahwa dia melihat Ukraina sebagai ancaman bagi keamanan Rusia.

Konvoi kendaraan perang Rusia masuki wilayah Donetsk, yang dikuasai pemberontak, 24 Februari 2022.
Konvoi kendaraan perang Rusia masuki wilayah Donetsk, yang dikuasai pemberontak, 24 Februari 2022. (facebook)

Presiden Rusia telah menjelaskan bahwa dia tidak memandang Ukraina modern sebagai negara berdaulat.

Dia melihatnya sebagai sebuah konstruksi, sesuatu yang dibangun oleh Rusia, sebagai wilayah yang seharusnya berada di orbit Rusia.

Dia mengambil keputusan untuk bergerak dengan tindakan ini untuk memaksa Ukraina kembali ke wilayah pengaruh Rusia.

''Apa yang terjadi setelahnya, kita tidak tahu. Tapi apa yang terjadi hari ini benar-benar merupakan titik balik, itu pertanda bahwa Putin telah memutuskan untuk mengabaikan Barat dan melanjutkan rencananya,'' ujarnya.

Uni Eropa Janjikan Sanksi Terberat  

Presiden Uni Eropa Ursula von der Leyen, mengutuk Vladimir Putin karena "membawa perang kembali ke Eropa".

Ursula von der Leyen mengumumkan paket sanksi "besar-besaran" akan diusulkan nanti dalam upaya untuk melemahkan basis ekonomi Rusia dan "kapasitasnya untuk memodernisasi".

"Dengan paket ini, kami akan menargetkan sektor-sektor strategis ekonomi Rusia dengan memblokir akses mereka ke teknologi dan pasar utama. Kami akan melemahkan basis ekonomi Rusia dan kapasitasnya untuk memodernisasi," katanya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved