News Video
AJIT KORBAN PEMBACOKAN, Tempurung Kepala Pecah dan Meninggal Dunia, Keluarga Terutang Rp 180 Juta
Sabariah (54) mengungkapkan kronologis kejadian pembacokan yang dialami cucunya yakni Indrajit Dermawan (19) atau yang karib disapa Ajit.
AJIT KORBAN PEMBACOKAN, Tempurung Kepala Pecah dan Meninggal Dunia, Keluarga Terutang Rp 180 Juta
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sabariah (54) mengungkapkan kronologis kejadian pembacokan yang dialami cucunya yakni Indrajit Dermawan (19) atau yang karib disapa Ajit.
Di temui di rumah duka di Jalan Pabrik Tenun, Gang Cengal, Kelurahan Sekip, Kecamatan Medan Petisah, Sabariah mengatakan bahwa saat itu cucunya keluar bersama teman-temannya.
Namun saat melintas di Jalan Sumarsono pada Sabtu (29/1/2022) lalu, ada sekelompok orang di depannya dan cucunya bersama temannya terjatuh.
"Mereka minggir dari yang rame-rame itu. Jadi yang lain lari. Masing-masing menyelamatkan diri. Kebetulan si Radit ini ketinggalan," kata Sabariah, Senin (7/2/2022).
"Dia lah yang dibantai. Setelah yang rame-rame itu pergi kawannya balik lagi menyelamatkan Adit ini ke rumah sakit. Gak tau kita geng motor atau begal nggak tahu," sambungnya.
Lanjut Sabariah, temannya yang balik cuman datang untuk membantu si Adit ke rumah sakit dan kawannya diantar Kedi RS USU.
"Kalau temannya awalnya juga kritis namun sudah sehat. Dia kena bagian punggung, dua bacokan juga. Si Adit ini, kena di bagian kepala, ada dua bacokan. Tempurung kepalanya itu bolong. Nah pecahan tempurung kepalanya masuk ke otaknya. Itu yang dioperasi kemarin. Di RS Bunda Thamrin," bebernya.
Untuk menutupi biaya rumah sakit, pihak keluarga meminta bantuan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
"Itu lah yang kami minta bantu. Pasca operasi tak sadarkan diri, sampai meninggal tadi pagi pukul 10.20 WIB. Ajit sudah dirawat delapan hari. Jadi sejauh ini kami minta bantuan ke LPSK, namun belum tahu titik lanjutnya. Karena kami terutang Rp 180 juta lagi," sebutnya.
(mft/tribun-medan.com)