Identitas 2 Prajurit TNI Gugur saat Kontak Tembak dengan KKB Papua, Sebelumnya Serangan di Kiwirok

Dua prajurit TNI gugur saat terjadi baku tembak dengan Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) Papua di Distrik Gome Kabupaten Puncak Papua.

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
Istimewa
Kontak Tembak Aparat TNI dengan Anggota KKB Papua 

* Terjadi kontak Tembak Anggota TNI dengan KKB Papua Papua di Distrik Gome Kabupaten Puncak

 TRIBUN-MEDAN.com - Dua prajurit TNI gugur saat terjadi baku tembak dengan Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) Papua di Distrik Gome Kabupaten Puncak Papua.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Aqsha Erlangga menjelaskan gerombolan KSTP tersebut melakukan serangan kepada Prajurit TNI di Bukit Tepuk Kampung Jenggernok, Distrik Gome, Kabupaten Puncak pada Kamis (27/1/2022).

Baca juga: CERITA ARIEL Tatum Jadi Istri Nicholas Saputra, Aku sampai deg-degan

Baca juga: KKB Papua Serang Prajurit TNI di Distrik Gome, 2 Anggota TNI Tewas Serda Rizal dan Pratu Baraza

Akibatnya, kata Aqsha, kontak tembak antara kedua belah pihak tak terhindarkan.

Serda Rizal anggota Yonif Raider 408/Suhbrastha
Serda Rizal anggota Yonif Raider 408/Suhbrastha (facebook)

Akibat dari kejadian tersebut, kata dia, 2 orang personel dari Satgas Pamtas Mobile Yonif R 408/SBH terkena tembakan.

Sampai saat ini, lanjut dia, Satgas Pamtas Mobile Yonif R 408/SBH melaksanakan siaga di Pos Gome dan sedang melaksanakan evakuasi terhadap korban tersebut.

Aqsha mengatakan kondisi terakhir 1 dari 2 personel Satgas Pamtas Mobile Yonif R 408/SBH yang terkena tembakan meninggal dunia di tempat tersebut.

"Dari dua Prajurit TNI yang tertembak, satu orang meninggal dunia di tempat atas nama Serda Rizal. Sedangan Pratu Baraza yang terkena tembakan di bagian perut, setelah mendapat penanganan di Puskesmas Ilaga Kabupaten Puncak namun tidak tertolong sehingga meninggal dunia," kata Aqsha dalam keterangan resmi Pendam XVII/Cenderawasih pada Kamis (27/1/2022).

Aparat TNI di Papua
Aparat TNI di Papua (Maichel/Kompas)

Baca juga: JADWAL LIGA CHAMPIONS: Inter Milan vs Liverpool, PSG vs Real Madrid | Prediksi Liga Champions Sengit

Aqsha mengatakan kondisi terakhir di lokasi tersebut saat ini masih terjadi kontak tembak dan tidak ada korban dari masyarakat di sekitar lokasi.

"Kami mohon doanya, semoga aparat TNI yang sedang bertugas diberikan keselamatan untuk melaksanakan tugas melindungi masyarakat dan pengabdian kepada NKRI," kata Aqsha.

Kontak Tembak di Kiwirok

Satgas Damai Cartenz kembali terlibat kontak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua. Akibat kejadian ini, satu personel Polri tertembak di bagian dada.  

"Dari kontak tembak tersebut, satu anggota Satgas Damai Cartenz atas nama Bharada Resi Nugroho terkena tembakan di bagian dada kiri," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal kepada wartawan, Sabtu (22/1/2022).

Adapun insiden kontak tembak itu bermula saat anggota Satgas Damai Cartenz Sektor Pegunungan Bintang Pos Kiwirok tengah akan melakukan pengamanan sekitar pukul 07.30 WIT.

Pengamanan terkait kedatangan helikopter Polri dari Sentani.

Namun sejam setelahnya, tiba-tiba KKB Papua pimpinan Lamek Taplo menembaki para anggota yang sedang melakukan pengamanan.

Lalu, tembakan itu dibalas oleh anggota Satgas Damai Cartenz.

"Mendapat serangan tersebut anggota membalas tembakan dan terjadi kontak tembak," tuturnya.

Ia menuturkan penembakan itu mengakibatkan seorang anggota Brimob atas nama Bharada Resi Nugroho mengalami luka tembak di dada, namun masih di dalam kondisi sadar.

"Satu anggota Brimob mengalami luka tembak di bagian dada namun kondisinya stabil dan dalam keadaan sadar," tukas Kamal.

Sudah banyak aparat yang jadi korban, bahkan gugur.

Baca juga: Fantastis Harta Kekayaan Mayjen Maruli Simanjuntak, Mantan Danpaspampres Menantu Luhut Panjaitan

Instruksi Kapolda

Meski begitu, Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri menginstruksikan jajarannya tidak melakukan penyerangan terlebih dulu kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Mathius meminta jajarannya untuk lebih banyak bersikap bertahan.

Hal ini merupakan bentuk penyesuaian pendekatan Satgas Nemangkawi yang kini telah berubah menjadi Operasi Damai Cartenz.

"Selama ini kita dalam kasus penembakan, selalu aktif merespon."

"Dalam merespon ini, selalu terjadi kontak tembak ini (lebih banyak) sisi negatif,"

"Karena, (KKB) memanfaatkan momen menjatuhkan pemerintah," ujar Mathius dalam keterangannya, Rabu (19/1/2022), melansir Tribunnews.

Mathius menuturkan, aparat gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi hingga kini masih diberlakukan hingga 25 Januari 2022 mendatang.

Baca juga: JELANG Timnas Indonesia vs Timor Leste, Shin Tae-yong Panggil Pemain Persib Bayu Fiqri

Namun, operasi itu juga telah mulai mengedepankan pendekatan persuasif.

"Kita lihat operasi terakhir mengurangi korban masyarakat yang dampaknya ke kegiatan itu,"

"Sehingga korban menurun, termasuk masyarakat, dan banyak (KKB) yang kita tangkap," terangnya.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2022 itu mengharapkan, banyak anggota KKB yang dapat diedukasi menyerahkan diri.

Sehingga, dapat kembali ke lingkungan masyarakat secara normal.

Baca juga: JADWAL LIGA CHAMPIONS: Inter Milan vs Liverpool, PSG vs Real Madrid | Prediksi Liga Champions Sengit

Baca juga: JELANG Timnas Indonesia vs Timor Leste, Shin Tae-yong Panggil Pemain Persib Bayu Fiqri

Baca juga: CERITA ARIEL Tatum Jadi Istri Nicholas Saputra, Aku sampai deg-degan

(Tribunnews.com/Grid.id/gman Ibrahim/kompas/Gita Irawan

Identitas 2 Prajurit TNI Gugur saat Kontak Tembak dengan KKB Papua, Sebelumnya Serangan di Kiwirok

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved