Kisruh di Humbahas

Disebut 'Kangkangi' Perintah Megawati, Bupati Humbahas Layak Dicopot dari Ketua DPC PDI Perjuangan

Sejumlah aktivis mahasiswa mendesak agar Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor dicopot sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Humbahas

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon saat menerima laporan dan pengaduan mahasiswa soal tindak tanduk Dosmar Banjarnahor, Bupati Humbahas yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Humbahas, Senin (24/1/2022) malam.(TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dosmar Banjarnahor disebut kangkangi dan melawan perintah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Dalam amanatnya, Megawati Soekarnoputri sempat meminta semua kepala daerah dari PDI Perjuangan untuk tidak bermewah-mewahan membeli mobil dinas.

Tapi bagi Dosmar Banjarnahor, amanat putri Bung Karno itu tidak berlaku.

Di tengah kesusahan rakyat saat pandemi Covid-19, diam-diam Dosmar Banjarnahor membeli mobil dinas baru seharga Rp 2,6 miliar.

Baca juga: BUPATI HUMBAHAS Angkat Bicara Viral ASN Berjoget Pegang Miras: Hanya Hiburan Rayakan Ultah Kadinkes

Mobil dinas itu dibeli menggunakan uang APBD Pemkab Humbahas, yang semestinya bisa dipakai untuk kepentingan rakyat, khususnya menyangkut perbaikan infrastruktur. 

"Kami ingin Dosmar Banjarnahor dicpot sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Humbahas, karena sudah tidak pro dengan rakyat," kata Richard Siburoan, aktivis mahasiswa, saat melapor langsung pada Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon di Kantor DPD PDI P Sumut, Jalan Jamin Ginting Medan, Senin (24/1/2022) malam.

Menurut Richard, banyak kebohongan yang sudah dilakukan Dosmar Banjarnahor.

Satu diantaranya menyangkut kasus ibu hamil yang sempat ditandu melintasi jalur extrem.

Saat itu, ada satu video yang memperlihatkan ibu hamil tengah dievakuasi melintasi medan yang berat.

Baca juga: Melawan Megawati dan Pilih Mobil Dinas Harga Miliaran, Mahasiswa Minta PDIP Copot Bupati Humbahas

Video itu kemudian ramai dibagikan oleh pengguna media sosial, karena prihatin melihat jalan yang dilintasi, terlebih-lebih yang dievakuasi adalah ibu hamil.

Dari video yang beredar, disebutkan bahwa peristiwa itu terjadi di Desa Nambadia, Kecamatan Parlilitan.

Saat hal tersebut ditanyakan pada Dosmar Banjarnahor, Ketua DPC PDI Perjuangan Humbahas itu dengan entengnya mengatakan bahwa yang ditandu dalam video bukan lah manusia.

"Padahal, ketika dicek ke desa tersebut, kejadian ibu hamil ditandu karena medan yang terjal itu benar adanya," terang Richard.

Atas hal tersebut pula, Richard dan sejumlah aktivis mahasiswa meminta agar Dosmar Banjarnahor dicopot sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Humabahas.

Baca juga: Megawati Kritik Mobil Dinas Pejabat, Bupati Humbahas Ikutan Beli Mobil Dinas Mewah Didukung DPRD

Karena perbuatan Dormar Banjarnahor tidak sejalan dengan cita-cita PDI Perjuangan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman mahasiswa yang datang ke kantor DPD PDI Perjuangan ini. Semua laporan yang sudah disampaikan, tentu akan kami pelajari," kata Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon.

Rapidin mengatakan, bahwa dalam waktu dekat dia akan memberi jawaban kepada para mahasiswa, soal desakan pencopotan Dosmar Banjarnahor sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Humbahas.(jun/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved