Viral Penyuntikan Vaksin Kosong

Menkes Beri Peringatan Keras Soal Dugaan Nakes Suntik Vaksin Kosong di Medan: Berdosa Kita!

Dugaan seorang tenaga kesehatan (Nakes) suntik vaksin kosong kepada siswa SD di Medan sudah diketahui Menteri Kesehatan. 

Tayang:
YouTube Sekretariat Presiden
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers terkait Evaluasi PPKM, Senin (3/1/2022). Pemerintah memprediksi puncak Omicron terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2022. 

TRIBUN-MEDAN.com - Dugaan seorang tenaga kesehatan (Nakes) suntik vaksin kosong kepada siswa SD di Medan sudah diketahui Menteri Kesehatan. 

Pemberian vaksin kosong ini kembali terjadi di SD Wahidin, Medan Labuhan. 

Video Nakes menyutikan vaksin kosong ini telah viral di media sosial.  

Polda Sumatera Utara tengah mendalami video yang viral di sosial media  terkait seorang tenaga (Nakes) yang diduga menyuntikkan vaksin kosong kepada seorang anak SD di Medan.  

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi memastikan polisi sudah merespons rekaman video yang viral serta memeriksa pihak-pihak terkait.

"Tim sedang melakukan pendalaman dan memintai keterangan saksi," kata Hadi, Jumat (21/1/2022).

Lanjut Kabid Humas, dalam video rekaman yang beredar, video itu direkam saat pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun di SD Wahidin Medan Labuhan pada hari Senin (17/1/2022).

Dalam pelaksanaan vaksin anak itu dilakukan oleh Polsek Medan Labuhan Polres Labuhan Belawan bekerja sama dengan RS Delima Martubung.

Di mana video amatir itu direkam orang tua si anak berinisial K saat putrinya mendapatkan vaksinasi.

Untuk putrinya sendiri berinisial O berusia 11 tahun.

Setelah kembali ke rumah, orang tua korban memperlihatkan dan mengirimkan video tersebut kepada keluarganya dan pada hari Kamis (20/1/2022) video tersebut viral di media sosial.

"Saat ini Polda Sumut tengah memeriksa vaksinator Inisial G dan petugas aplus inisial W. Keduanya tenaga kesehatan tersebut bertugas di RS Delima Martubung. Dalam hal ini pihak kepolisian akan terus mendalami dengan meminta keterangan saksi ahli," jelasnya.

Untuk barang bukti, kata Hadi, polisi telah mengamankan rekaman dan spuit (suntik) dan daftar vaksinasi.

"Sampel darah korban juga akan dilakukan pengujian ke BPOM Medan serta akan diperiksa oleh ahli IDI Sumut. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan," kata Kombes Hadi.

Seperti yang mana diketahui, video amatir sebelumnya viral di media sosial.

Dalam video, diduga tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin kosong ke salah satu siswi SD, viral di media sosial, Kamis (20/1/2022) kemarin.

Dalam video yang beredar, vaksinator yang mengenakan pakaian berwarna merah tua dan rompi hijau hitam mengeluarkan suntikan dari segel kertas.

Setelah itu, vaksinator itu menarik sedikit ujung tuas spuit dan menyuntikkan ke lengan sebelah kiri salah satu murid SD.

Dia kemudian mengambil tisu dan meletakkannya di lengan murid SD yang disuntik tadi. Dia pun sempat mengajak murid SD berkaca mata itu bicara.

"Cita-citanya apa, dik? Tanya vaksinator itu kepada murid SD berkucir tersebut usai melakukan injeksi.

Tanggapan Menteri Kesehatan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan telah mengetahui identitas Nakes yang diduga menyuntikkan vaksin Covid-19 kosong ke murid Sekolah Dasar (SD) Wahidin, Kecamatan Medan, Labuhan, Sumut.

"Ya udah ketahuan orangnya," ungkap dia, usai meninjau pelaksanaan vaksinasi di SD Muhammadiyah Jogodayoh, Bambanglipuro, Bantul, DIY, Jumat (21/1/2022) dilansir dari CNN.

"Duh, aku bilang ini kan vaksinasi, kita kerja bukan hanya buat diri kita. Ini kan kemanusiaan. Ya harus ngerti lah, suatu saat kita akan mati nanti ditanya juga sama Yang di Atas, pertanggungjawabannya gimana?" cetus Budi. 

Ia pun meminta kasus ini segera diproses sebagai peringatan bagi vaksinator atau tenaga kesehatan lainnya.

"Saya bilang, yang itu harusnya kita proses aja secara resmi tetapi itu juga imbauan buat teman-teman yang lain tolong jangan begitu. Karena itu merupakan hal yang sangat tidak bermanfaat, dan menurut saya sih berdosa kita sebagai manusia," pungkasnya.

Sebelumnya, Polres Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, mendalami dugaan seorang vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 kosong ke murid SD yang viral di media sosial.

Video itu diambil di SD Wahidin, Jalan Komodor Laut Yos Sudarso Kilometer 16, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Sumut.

"Kita sedang melakukan pemeriksaan para nakes-nya itu sudah di polres menjalani pemeriksaan. Itu di SD Wahidin. Videonya sedang kita dalami. Jadi setelah kita selidiki, ternyata peristiwa itu terjadi di SD Wahidin saat melaksanakan vaksinasi anak usia 6-11 tahun," Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Faisal, Kamis (20/1).

Penyidik juga tengah melakukan pemeriksaan terhadap tenaga medis yang menjadi vaksinator dan memanggil sejumlah saksi lainnya, seperti orang tua pelajar maupun pihak sekolah.

"Nakes dari salah satu rumah sakit di Medan. Orang tuanya mempertanyakan apakah anaknya sudah divaksin atau belum," katanya.

 
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved