Kripto
Perempuan Afghanistan Ternyata Sudah Mengenal Kripto Cukup Lama, Jadi Solusi Tekanan dari Taliban
Perempuan Afghanistan sudah lama mengenal mata uang kripto. Bahkan mereka sudah melakukan transaks Bitcoin pada 10 tahun lalu.
Para peneliti di Universitas Teknologi Sydney, Australia, menemukan bahwa hampir separuh transaksi bitcoin pada 2009-2017 terkait dengan jual-beli barang dan jasa ilegal, dan sekitar sepertiga penggunanya terlibat dalam aktivitas semacam itu.
Namun, sebuah laporan dari perusahaan riset Chainanalysis menunjukkan bahwa porsi kejahatan dari semua aktivitas kripto tahun lalu turun 0,34 persen dari 2,1 persen pada 2019.
Bagi Mahboob dan murid-muridnya, juga pengguna lain yang kebanyakan pria muda di Afghanistan, mata uang kripto telah menjadi penyelamat, terlepas dari segala risikonya.
"Sekarang saya berpikir, kenapa kita tidak mengajarkan kripto secara lebih agresif, sehingga lebih banyak orang Afghanistan punya dompet kripto dan mampu mengakses uang mereka," kata Mahboob, yang dinobatkan oleh majalah Time sebagai satu dari 100 tokoh berpengaruh pada 2013.
"Pelaku perdagangan manusia dan penculik selalu punya cara untuk menyiasati sistem, namun kekuatan kripto lebih besar. Terutama bagi kaum wanita dan mereka yang tak punya rekening bank, kripto sangat menguntungkan dan memberdayakan," kata dia.
• China Musnahkan Situs yang Beri Informasi Tentang Kripto, Bahkan Menjalar hingga Akun Medsos
• Sepanjang 2021 Harga 3 Koin Kripto Ini Terus Meroket Tajam, Bahkan Ada Naik hingga 15.000 Persen
(*/tribun-medan.com)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Perempuan-Afghanistan-melakukan-demonstrasi-setelah-pemerintahan-Taliban.jpg)