PSMS Medan

MIMPI PSMS Medan Ke Liga 1 Buyar, Ditambah Kena Gol Kontroversial, Bola Sudah Ditangkap Kiper

Martapura Dewa United menciptakan satu gol ke gawang PSMS Medan pada laga pamungkas perempat final Liga 2.

Tayang:
Tangkapan layar
Momen Kiper PSMS Medan Abdul Rohim sudah menangkap bola dan direbut pemain Dewa United hingga disahkan oleh wasit. 

TRIBUN-MEDAN.com - Mimpi PSMS Medan untuk naik kasta ke Liga 1 musim depan buyar usai kalah dari Dewa United ditambah kena gol kontroversial yang disahkan wasit.

PSMS Medan menelan kekalahan pada laga melawan Dewa United di Stadion Pakansari Cibinong, Bogor, Kamis (24/12/2021). 

Martapura Dewa United menciptakan satu gol ke gawang PSMS Medan pada laga pamungkas perempat final Liga 2.

Gol tercipta pada menit ke-88 yang dicetak Dwi Rafi Angga.

Para pemain PSMS Medan tidak terima, menganggap gol tidak sah.

Sebelum berhasil mendapatkan bola, Angga terlihat seperti telah melanggar bek PSMS Medan, Sabil.

Terlihat ada sekali dorongan menggunakan tangan kanan ke bahu Sabil, membuat bek itu langsung jatuh.

Baca juga: PIALA AFF - Kedigdayaan Vietnam sejak 2017 Patah, Rekor Park Hang-seo Dicoreng Thailand

Bola di udara yang sedang dikejar Angga itu berhasil ditangkap Abdul Rohim, yang saat itu menangkap bola sambil melompat.

Kemudian terjadi benturan antara Rohim dan Angga saat kiper itu mendarat, membuat bola lepas dari pelukan Abdul Rohim.

Rohim kontroversial
Momen Kiper PSMS Medan Abdul Rohim sudah menangkap bola dan direbut pemain Dewa United hingga disahkan oleh wasit.

Angga kemudian melihat bola yang menggelinding itu, kemudian melepaskannya ke dalam gawang PSMS.

Para pemain PSMS melakukan protes keras kepada wasit dan para hakim garis.

Namun perangkat pertandingan itu tidak ada yang menganggap terjadi pelanggaran di masa yang genting itu.

Semua satu kata untuk menyatakan gol yang terjadi adalah sah.
Wasit tidak mau mengubah keputusannya, tetap mengesahkan gol tersebut.

Video lengkap gol kontroversial Dewa United bisa di klik di sini >>>klik

PSMS Medan berusaha menunjukkan marwahnya, dengan tetap melanjutkan pertandingan walau merasa tidak nyaman atas gol yang baru saja terjadi.

Baca juga: Bursa Transfer Arsenal, The Gunners Siap Tendang Aubameyang, Penggantinya Gelandang Barcelona

Apalagi PSMS dituntut harus menang untuk bisa lolos ke babak semifinal Liga 2.

Namun yang terjadi selanjutnya adalah emosi para pemain yang memuncak.

Keputusan kontroversial itu membuat para pemain PSMS sebagian besar tak lagi konsentrasi jalani sisa laga yang cuma tinggal hitungan menit.

Kapten PSMS Syaiful Ramadhan tidak mampu meredam emosi di dalam dirinya.

Hingga akhirnya dia melakukan pelanggaran yang sangat keras di masa injury time, membuat satu pemain Dewa United terkapar.

Syaiful sadar risiko yang dihadapi, yakni mendapatkan kartu merah.

Dia sudah melepaskan ban kapten sebelum wasit mengeluarkan kartu merah untuknya.

Syaiful berjalan meninggalkan lapangan. Tidak lama kemudian wasit meniup peluit panjang. Pertandingan berakhir.

Pemain PSMS Medan berebut bola dengan pemain Martapura Dewa United pada babak 8 besar Liga 2 2021 grup Y di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/12/2021). PSMS Medan harus mengakui keunggulan tim lawan mereka kalah 0-1 dari Martapura Dewa United di menit-menit terakhir.
Pemain PSMS Medan berebut bola dengan pemain Martapura Dewa United pada babak 8 besar Liga 2 2021 grup Y di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/12/2021). PSMS Medan harus mengakui keunggulan tim lawan mereka kalah 0-1 dari Martapura Dewa United di menit-menit terakhir. (Tribunnews/Jeprima)

Walau sudah berakhir, terlihat sejumlah pemain PSMS emosinya masih belum stabil.

Bahkan Agung Supriyanto masih melakukan terikan keras ke arah seorang pemain Dewa United.

Dia ditarik official PSMS agar emosinya tidak terus memuncak.

Sebelum gol itu tercipta yang menyulut emosi para pemain, laga ini berjalan dengan sangat menarik.'

PSMS terlihat tampil sangat ngotot, berusaha keras untuk bisa mengalahkan Dewa United.

Pada menit ke-62, Ilham Fathoni menyundul bola yang dikirim Anis Nabar.

Bola tidak mampu dijangkau kiper Dewa, tapi sayangnya masih membentur tiang gawang.

Pada menit 84, tendangan pojok yang bagus dari Syaiful Indra Cahya, bola disambut Anis Nabar.

Dia menyundul bola dengan tidak ada pengawalan, tetapi bola masih melambung tinggi di atas gawang Dewa United.

Sementara dari Dewa United, Herman Dzumafo melakukan tendangan keras pada menit ke-71, tapi mampu dihalau Abdul Rohim.

Lalu pada menit ke-75, Dzumafo kembali memiliki peluang yang sangat bagus dari umpan tendangan bebas.

Sundulannya diblok oleh Abdul Rohim. Bola mental, kemudian disepak lagi oleh Dzumafo.

Namun Rohim kembali mampu menyelamatkan gawangnya dari kebobolan.

Kekalahan ini membuat PSMS Medan belum mampu membeli mimpi untuk bermain di Liga 1 musim depan.

Langkah PSMS harus berhenti di babak 8 besar, seperti halnya yang terjadi dua tahun yang lalu.

Terkait masalah ini, Head Coach Ansyari Lubis sangat menyayangkan pertandingan malam ini. Menurutnya, begitu banyak peluang untuk PSMS Medan namun belum bisa dikonversi menjadi gol.  

"Kita juga mohon maaf kepada para suporter yang sudah hadir dan menonton dari layar kaca bahwa kita belum bisa memberikan kemenangan," kata Uwak saat konferensi pers setelah laga . 

Pemain PSMS Medan Afiful Huda mengaku pertandingan malam hari ini sangat tidak memuaskan. Menurutnya, PSMS Medan lebih unggul dalam penguasaan bola dalam pertandingan melawan Dewa United. 

Afiful pun meminta maaf kepada para suporter, termasuk yang sudah hadir ke Stadion Pakansari Cibinong, Bogor.

"Kami belum bisa memberikan kemenangan dan kami mohon maaf," pungkasnya. 

Pelatih Dewa United Kas Hartadi mengaku sangat bersyukur atas kemenangan malam ini melawan PSMS Medan. Ia mengaku pertandingan malam ini sangat berat.

"Dan saya sempat bilang kepada para pemain untuk bermain imbang. Cuma Tuhan berkata lain dan memberi Dewa United kemenangan," katanya. 

Ia mengatakan pertandingan belum selesai dan Dewa United harus bekerja keras dan masih ada semifinal.

"Pemain harus jaga kondisi," katanya.

(tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved