Pangeran Mahkota Thailand Menangis dan Bersimpuh di Kaki Ibunya, Tinggalkan Istana karena Diceraikan
Nasib Pangeran Dipangkorn Rasmijoti yang seperti itu karena kaitannya dengan masa lalu sang ibu, Putri Srirasmi Suwadee.
Dengan dicopotnya gelar kerajaan Putri Srirasmi dan ia menjadi rakyat jelata, artinya kedudukannya dalam monarki Thailand pun dianggap lebih rendah dari putranya.
Jika suatu saat ia bertemu dengan sang putra, maka ia tetap harus tunduk kepada putranya seperti warga negara lain untuk memberi penghormatan.
Maka, sebuah momen mengharukan terjadi ketika Pangeran Dipangkorn bersimpuh untuk terakhir kali dsebelum gelar sang ibu dicopot.
Putra Mahkota Thailand, Pangeran Dipangkorn Rasmijoti dan ibunya.
Dalam gambar langka yang ditangkap wartawan, tampak sang pangeran membungkuk kepada ibunya di atas tikar.
Potret itu membuat banyak tercengang dan ikut merasakan kesedihan.
Pangeran yang saat itu masih terlalu muda untuk memahami segala situasi, tampak menatap ibunya dengan mata sedih.
Sementara Busaba Suwadee memeluk putranya juga dengan kesedihan.
Putra Mahkota Thailand, Pangeran Dipangkorn Rasmijoti dan ibunya.
Setelah peristiwa itu, Busaba Suwadee sendiri dikatakan tinggal di sebuah desa di luar Bangkok usai kepergiannya dari istana, sementara sang pangeran tinggal bersama ayahnya di Jerman.
Pangeran Dipangkorn kini telah berusia 16 tahun, tujuh tahun telah berlalu dari perpisahannya dengan sang ibu.
Sang Pangeran dikenal sebagai tokoh kerajaan yang dicintai masyarakat Thailand karena berbagai sifatnya, berbeda dengan ayahnya yang malah penuh dengan kontroversi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Potret-Pangeran-Mahkota-Thailand-saat-Usia-9-Tahun.jpg)