Dulu Sebelum Jadi Presiden Rusia, Vladimir Putin Sempat Alami Kesulitan Ekonomi dan Ingin Jadi Sopir

Meski reputasinya kuat sebagai orang nomor satu di negeri beruang merah, dulunya Putin pernah mengalami masa-masa sulit.

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor

TRIBUN-MEDAN.COM - Vladimir Putin kini namanya sering mendapat sorotan seiring konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.

Vladimir Putin juga dikenal sebagai sosok orang terkuat di Rusia saat ini.

Meski reputasinya kuat sebagai orang nomor satu di negeri beruang merah, dulunya Putin pernah mengalami masa-masa sulit.

Menurut 24h.com.vn, pada Senin (13/12/2021), presiden Rusia membagikan detail yang sebelumnya tidak diketahui dalam sebuah film dokumenter berjudul "Rusia Sejarah Baru", tentang tiga dekade terakhir di Rusia.

Film dokumenter tentang runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991 dan peristiwa kacau yang mengikuti dan evolusi negara sampai hari ini di bawah kepemimpinan Putin.

Serial ini telah dikerjakan selama empat tahun dan pertama kali ditayangkan di TV Rusia pada 12 Desember, dengan trailer dirilis pada 11 Desember.

Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin (IST/AFP/NIKOLSKY)

Pada tahun 2018, Putin menyebutkan bahwa pada tahun 1996, ia bermaksud untuk bekerja sebagai sopir taksi paruh waktu.

Setelah bosnya saat itu, Anatoly Sobchak, kalah dalam pemilihannya untuk masa jabatan kedua sebagai walikota St. Petersburg.

Sebagai penasihat senior Sobchak, Putin memimpin kampanye pemilihan Sobchak.

Namun, presiden Rusia saat itu tidak mengkonfirmasi bahwa dia benar-benar bekerja sebagai sopir taksi untuk memperbaiki situasi keuangannya.

Setelah kekalahan Sobchak, Vladimir Putin ditawari pekerjaan di istana presiden di Moskow dan dia menerimanya.

Dalam film dokumenter tersebut, Putin juga mengungkapkan informasi blockbuster lain bahwa ia mengetahui kebenaran.

Setidaknya satu agen khusus Central Intelligence Agency (CIA) AS bekerja sebagai penasihat pemerintah Rusia pada 1990-an.

Pada tanggal 9 Desember, Putin mengatakan bahwa selama periode itu, agen intelijen AS telah menyusup ke badan-badan kekuasaan Rusia tetapi dia "membersihkan" ketika dia menjabat.

Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Presiden Rusia, Vladimir Putin. (ALEKSEY NIKOLSKYI / RIA NOVOSTI / AFP)

Presiden Putin juga mengatakan bahwa Rusia adalah pemimpin global dalam rudal hipersonik dan pada saat negara-negara lain mengejar tingkat Rusia saat ini, ia telah mengembangkan teknologi untuk menetralisir rudal mereka.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved