Menteri Kesehatan Bocorkan 1 Orang Positif Omicron Diisolasi, 5 Orang Lainnya Kemungkinan Terjangkit
Selain satu pasien yang sudah terkonfirmasi positif Omicron, Kementerian Kesehatan juga mendeteksi 5 kasus kemungkinan positif
Coetzee menambahkan, pasien itu tidak mengalami sakit tenggorokan, namun terasa gatal.
Tetapi, ia tidak mengalami gejala batuk dan kehilangan rasa atau bau, gejala yang dikaitkan dengan jenis virus sebelumnya.
Coetzee menguji pasien itu dan hasilnya positif.
Tak hanya itu, empat anggota keluarga si pasien juga dinyatakan positif Covid-19 varian Omicron.
Di hari itu, ia juga melihat lebih banyak pasien bergejala sama, yang berbeda dari varian Delta.
Sekitar setengah dari pasien Coetzee diketahui tidak divaksinasi.
Hal tersebut mendorongnya memperingatkan komite penasihat vaksin Afrika Selatan, di mana ia juga menjadi anggotanya.
Pasien varian Omicron lain yang Coetzee lihat sejauh ini, juga mengalami apa yang ia gambarkan sebagai gejala "sangat ringan".
• Terungkap Kronologi Kecelakaan Gaga Muhammad yang Bikin Laura Anna Lumpuh, 12,6 M Dianggap Terlalu
Gejala Varian Delta meski Sudah Divaksin
Gejala pada varian Delta bisa menyebar dengan cepat di antara orang yang belum divaksin.
Namun, varian Delta juga bisa saja menginfeksi orang yang sudah divaksin dua kali.
Diketahui, varian Delta ini pertama kali didokumentasikan di India pada Oktober 2020 dan merupakan varian yang paling dominan.
Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, studi besar menganalisis data yang dikumpulkan menggunakan aplikasi Zoe COVID Study antara 8 Desember 2020 hingga 4 Juli 2021.
Hanya sebagian kecil responden yang divaksinasi lengkap melaporkan infeksi simtomatik (bergejala).
Dari 906 pasien yang termasuk dalam kelompok infeksi simtomatik tersebut, dengan rincian:
- 39 persen melaporkan bersin sebagai gejala;
- 41,6 persen melaporkan sakit kepala;
- 43 persen pilek;
- 43,7 persen mengalami kelelahan;
- 61,9 persen mengalami demam.
Baca juga: Kisah Pilu Nenek Rodiah Usia 72 Tahun Dipolisikan 5 Anaknya Gara-gara Harta Warisan
Meskipun sebagian kecil responden menunjukkan tanda-tanda penyakit, penelitian ini menambah banyak bukti bahwa vaksin sangat efektif melawan penyakit terobosan.
Hanya 0,5 persen dari pasien yang divaksinasi satu kali dan 0,2 persen pasien yang divaksinasi penuh dalam penelitian ini dinyatakan positif Covid-19.
Penelitian ini juga menemukan bahwa infeksi lebih mungkin muncul tanpa gejala pada mereka yang sudah divaksinasi penuh.
Selain itu, mereka yang telah menerima kedua suntikan vaksin juga hanya memiliki setengah kemungkinan untuk memiliki gejala berkepanjangan yang dikenal sebagai Long-Covid.
(*/TRIBUN-MEDAN.com)
Baca juga: Tragedi Kapal Tenggelam di Perairan Johor Bahru, 11 Warga Indonesia Tewas, Kapal Bawa 50 WNI
Baca juga: Resmi Diumumkan Satu Orang Positif Omicron di Indonesia, Menteri Kesehatan Minta Warga Jangan Panik
Baca juga: Beraninya Gadis Muda Sendiri Terbangkan Pesawat Keliling Dunia Tempuh 51 Ribu Km ke 52 Negara
Baca juga: TAJIR MELINTIR Ladyboy Sukses Dinikahi Pengusaha Kaya, Sang Pria Tergila-gila Rela Ceraikan Istri
Dikutip dari Tribunnews.com/kontan/kompas
Baca Selanjutnya: Omicron
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/selain-delta-covid-muncul-varian-baru-kappa-corona-yang-ditemukan-di-jakarta.jpg)