News Video
Istri Tahanan Diduga Diperas Anak Buah Kapolrestabes Medan, Beberkan Kondisi Suami Memar dan Bengkak
Eva Susmar, mendatangi Polsek Helvetia untuk menjenguk suaminya Ramli, didalam sel tahanan.
TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Eva Susmar, mendatangi Polsek Helvetia untuk menjenguk suaminya Ramli, didalam sel tahanan.
Eva mendatangi kantor polisi, untuk melihat kondisi suaminya yang sempat diduga diperas dan diancam akan ditembak oleh anak buah, Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko.
Ramli ditangkap karena kasus dugaan penadahan sepeda motor. Setelah ditangkap, polisi sempat mendatangi rumahnya, dan bertemu dengan istrinya.
Kepada istri, polisi meminta sejumlah uang dengan modus agar suaminya selamat, dan tidak ditembak kakinya.
Selain itu, polisi juga menawarkan agar kasus suaminya bisa diringankan, makanya keluarga harus menyerahkan sejumlah uang kepada polisi.
Saat ditemui usai menjenguk suaminya, Eva menceritakan bahwa kedatangannya ke Polsek Helvetia untuk menjenguk suaminya dan menyerahkan surat tembusan laporan nya di Polda Sumatera Utara (Sumut).
"Saya mau besuk suami saya (Ramli), dan mengantarkan surat pengaduan," kata Eva kepada tribun-medan.com, Kamis (16/12/2021).
Ia juga membeberkan kondisi Ramli saat ditemuinya, telah berangsur membaik tidak seperti pada awal ia mengunjungi suaminya, yang kondisi nya lebam-lebam di wajahnya.
"Kondisinya, mungkin karena sudah lebih delapan hari, memang lukanya itu sudah nggak terlalu bengkak, cuma masih ada bekas memar-memar," sebutnya
"Dibagian lengan, dan wajah memang sudah agak kurang. Memang hari Kamis awal kami datang itu lebih bengkak lagi," tambah Eva.
Eva juga menceritakan, setelah suaminya ditangkap pada Selasa 7 Desember 2021. Empat orang anggota polisi datang ke rumah di warga Dusun XVIII Pasar I Umum Kelurahan Klambir V Kebun Kecamatan Hamparan Perak.
Kedatangan empat orang yang mengaku mengaku dari Polsek Helvetia ini, untuk meminta uang kepada dirinya sebesar Rp 2 juta.
"Besok pagi sekira jam sepuluhan gitu datang dua orang, dan menyusul dua orang lagi, utusan dari Polsek Helvetia katanya. Ngasih tau ibu ini si Ramli sudah ketangkap, kalau ibu ada uang Rp 2 juta, si Ramli nggak kami tempel (Tembak)," katanya.
Ia mengatakan, tidak hanya datang untuk meminta uang, empat orang tersebut juga menggeledah isi rumahnya dengan alasan mencari barang bukti.
Namun, Eva mengaku tidak mendapatkan surat apapun dari polisi, terkait penangkapan suaminya dan terkait penggeledahan isi rumahnya.