Setelah Hyundai Pilih Indonesia Lokasi Produksi Mobil Listrik, KIA Merapat ke Malaysia

Pabrik mobil Hyundai telah menyatakan Indonesia sebagai lokasi produksi mobil listrik. Namun tak beselanglama, Kia, anak perusahaan Hyundai, memilih m

Ist
Hyundai Mobil Listrik 

TRIBUN-MEDAN.com - Pabrik mobil Hyundai telah menyatakan Indonesia sebagai lokasi produksi mobil listrik. Namun tak beselanglama, Kia, anak perusahaan Hyundai, memilih melakukannya di Malaysia.

Pemilihan lokasi geografi ini bisa menguntungkan bisnis keduanya di kawasan ASEAN.

Perusahaan lokal joint venture antara Kia Motor dan Bermaz Auto, mengumumkan pada pekan lalu, menargetkan memproduksi total 100 ribu unit untuk pasar domestik dan ekspor hingga 2026.

Ada empat model yang akan dirakit secara Completely Knock Down (CKD) yaitu Carnival, Sorento, Sportage, dan Niro.

Mobil listrik pabrikan Kia
Mobil listrik pabrikan Kia

Wapcar menjelaskan model produksi pertama adalah Carnival pada April 2022, kemudian Sorento pada akhir 2022.

Produksi Sportage dan Niro bakal dilakukan pada 2023 dan sedang dipelajari merakit versi listrik murni Niro pada 2023 atau 2024.

Sebanyak 60 persen dari target 100 ribu unit produksi ditujukan buat ekspor ke negara-negara di ASEAN, termasuk Indonesia, Thailand, Singapura, dan Vietnam.

Penjualan Mobil Listrik Naik Signifikan Dua Tahun Terakhir, Kemenhub Terbitkan 7.526 SRUT

Ahok Tolak Akuisisi Perusahaan Mobil Listrik Jerman, Sebut Lebih Baik Kendaraan Listrik Kampus ITS

 

Menurut penjelasan Paultan, Kia menyatakan ketika konferensi pers pada Jumat (10/12), operasi CKD di Malaysia kunci sukses perusahaan di pasar ASEAN.

Malaysia dipilih lantaran terdapat program kebijakan CKD, logistik, dan pemasok dari pemerintah.

Lokasi perakitan Kia berada di pabrik Inokom di Kulim, Kedah. 

Kia adalah produsen otomotif terbesar kedua di Malaysia setelah perusahaan induknya, Hyundai, yang sudah menyatakan bakal memproduksi mobil listrik di Indonesia pada 2022.

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi model apa yang diproduksi di Tanah Air, namun spekulasi beredar itu adalah Ioniq EV pada Mei 2022.

Selain memproduksi mobil listrik, Hyundai bersama LG juga tengah membangun pabrik sel baterai pertama di Asia Tenggara, di Indonesia.

Produksi sel baterai ini ditargetkan mulai 2024 khusus untuk mobil listrik yang dirancang menggunakan platform khusus Electric-Global Modular Platform (E-GMP).

E-GMP bukan hanya digunakan untuk merancang mobil listrik Hyundai tetapi juga Kia.

Ford Produksi Mobil Listrik 200 Ribu Unit Per Tahun dan Upaya Indonesia Tekan Harga Produksi

Mengusung Mobil Masa Depan, Mobil Listrik Vietnam Beredar Tahun 2022, Cek Harga dan Spesfikasinya

(*/tribun-medan.com)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: CNN

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved