Miliarder Jepang Maezawa Keluarkan Biaya Fantastis Berwisata Luar Angkasa dengan Roket Rusia

Miliarder Jepang Yusaku Maezawa melakukan perjalanan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Tayang:
(AFP PHOTO/KIRILL KUDRYAVTSEV)
Miliarder Jepang Yusaku Maezawa melambai sebelum menaiki pesawat ruang angkasa Soyuz MS-20 sebelum peluncuran di kosmodrom Baikonur pada 8 Desember 2021. 

TRIBUN-MEDAN.com - Miliarder Jepang Yusaku Maezawa melakukan perjalanan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Ia terdaftar sebagai miliarder lainnya yang berhasil mencapai luar angkasa.

Sebuah roket Rusia membawa Maezawa lepas landas dari Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan, pada Rabu (8/12/2021) melansir BBC.

Dia diperkirakan akan menghabiskan 12 hari di ISS, dan merupakan turis luar angkasa pertama yang mengunjungi stasiun tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Ini adalah awal dari perjalanan Maezawa yang telah banyak mempublikasikan rencananya untuk ke Bulan pada 2023.

Peluncuran Rabu (8/12/2021) membawa Maezawa didampingi oleh kosmonot Rusia Alexander Misurkin dan produser video Yozo Hirano, yang mendokumentasikan perjalanan untuk saluran YouTube miliarder itu.

Maezawa menjalani program pelatihan yang ketat sebelum peluncuran, termasuk tidur di tempat tidur miring, duduk di kursi berputar dan bermain bulu tangkis dalam waktu lama. Semuanya telah didokumentasikan di media sosialnya.

 

Dalam konferensi pers sebelumnya, Maezawa mengatakan perjalanan itu adalah "mimpi yang menjadi kenyataan".

"Orang-orang dapat memiliki harapan dan impian (dengan melihat itu) orang biasa seperti saya dapat pergi ke dunia yang tidak dikenal," kata pengusaha asal “Negeri Sakura” itu.

Dia berjanji melakukan 100 tugas selama di ISS, yang diambil dari daftar saran yang disumbangkan oleh publik.

Tugasnya diperkirakan seperti memperkenalkan sesama astronot dan menunjukkan kepada pemirsa seperti apa kehidupan di ISS. Permintaan lain yang lebih aneh seperti bermain golf, meniup gelembung, dan melempar pesawat kertas.

Perjalanan luar angkasa Maezawa dilaporkan menelan biaya 88 juta dollar AS (Rp 1,26 triliun). Ini mengikuti jejak perjalanan singkat sesama miliarder Jeff Bezos dan Richard Branson tahun ini, dengan roket yang dibuat oleh perusahaan swasta mereka.

ROKET SPACEX Meledak Saat Gagal Mendarat, Rencana Mau Diterbangkan ke Mars

Lembaga Ini Nobatkan Anies Baswedan Sebagai Pahlawan Transportasi Dunia, Sejajar Elon Musk SpaceX

Siapa Yusaku Maezawa?

Pengusaha Jepang ini dikenal dengan latar belakang eklektiknya. Mantan drummer band punk rock ini mendirikan sebuah perusahaan bernama Start Today pada 1998, yang menjual CD dan rekaman langka.

Dia kemudian beralih ke industri mode dengan e-retailer Zozotown pada 2004, dan menjadi miliarder pada saat dia berusia pertengahan 30-an.

Majalah Forbes mencantumkan dia sebagai orang terkaya ke-30 di Jepang, dengan perkiraan kekayaan pribadi sebesar 1,9 miliar dollar AS (Rp 27 triliun).

Semangat Maezawa untuk perjalanan ruang angkasa telah didokumentasikan dengan baik dalam beberapa tahun terakhir.

Dia membuat berita internasional pada 2019 ketika dinyatakan sebagai penumpang pribadi pertama, yang dijadwalkan diterbangkan di sekitar Bulan oleh SpaceX, perusahaan yang dimiliki oleh sesama miliarder Elon Musk.

Penerbangan itu, yang disebut dearMoon, dan dijadwalkan terjadi pada 2023. Maezawa mengumumkan pada Maret bahwa dia akan membawa delapan anggota masyarakat bersamanya dan menanggung biaya seluruh perjalanan.

Tahun lalu, ia juga meluncurkan dokumenter pencarian pacar baru untuk bergabung dengannya dalam perjalanan, sebelum membatalkannya karena "perasaan yang campur aduk".

Dia juga menarik kontroversi karena membagikan banyak hadiah uang tunai di Twitter. Pada 2019 salah satu unggahannya menjadi tweet yang paling banyak di-retweet saat itu, setelah menjanjikan insentif finansial.

Maezawa mengatakan dia akan melakukan “giveaway” lain dari luar angkasa pada perjalanan terbarunya.

Kebangkitan pariwisata luar angkasa Rusia

Analisis oleh Olga Ivshina dan Kateryna Khinkulova dari BBC Rusia membandingkan eksplorasi luar angkasa yang dilakukan milioner barat dengan Rusia.

Menurutnya, di Barat, orang-orang seperti Richard Branson, Elon Musk, dan Jeff Bezos telah bekerja mengembangkan sektor terpisah dari eksplorasi ruang angkasa yang murni untuk hiburan para jutawan.

Tetapi Rusia belum menemukan cara untuk memisahkan turis dari kosmonot profesional negaranya.

Ketika sebuah turis pergi ke luar angkasa dengan tiket Rusia, mereka harus secara fisik dan, sampai batas tertentu, secara teknis, dipersiapkan dengan baik sebagai astronot profesional, dan naik sebagai tim dengan kru luar angkasa.

Ini membutuhkan lebih banyak waktu, uang, dan sumber daya lainnya. Program ini juga telah memunculkan kritik bahwa para turis mengambil ruang berharga, yang seharusnya disediakan hanya untuk para profesional saja.

Namun, apa yang ditawarkan Rusia kepada wisatawan bisa dibilang merupakan pengalaman luar angkasa yang jauh lebih nyata.

Penerbangan luar angkasa komersial Barat nyaris tidak melanggar batas antara atmosfer Bumi dan luar angkasa, yang dikenal sebagai garis Karman, pada ketinggian 100 km di atas permukaan laut.

Perjalanan ini memungkinkan kru untuk merasakan gravitasi nol, menikmati pemandangan yang mengesankan, lalu dengan cepat kembali ke Bumi. Perjalanan berlangsung 10-15 menit dan tidak memerlukan pelatihan yang rumit.

Di Rusia, sistemnya jauh lebih kaku. Jika seorang turis pergi ke luar angkasa, mereka harus tinggal selama minimal satu minggu.

Mereka juga harus dalam kondisi kesehatan yang prima dan menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk mempersiapkan perjalanan di landasan peluncuran Baikonur - seperti yang dilakukan Maezawa.

China Temukan Rumah Misteri di Bulan dan NASA Pernah Lihat Hal Aneh di 2019, Apakah Terkait UFO?

Teleskop Luar Angkasa Segera Dibangun untuk Mencari Planet Layak Huni

(*/tribun-medan.com)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved