Viral Medsos

Lembaga Ini Nobatkan Anies Baswedan Sebagai Pahlawan Transportasi Dunia, Sejajar Elon Musk SpaceX

Transformative Urban Mobility Initiative (TUMI), selaku pihak pemberi penghargaan pahlawan transportasi kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
ISTIMEWA
Elon Musk, Pendiri SpaceX (pesawat antariksa) dan CEO Mobil Tesla (kiri). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan), dinobatkan sebagai pahlawan transportasi dunia. 

Sosok nama Anies Baswedan sejajar dengan Elon Musk, CEO SpaceX (pendiri pesawat antariksa) dan Arsitek Produksi Mobil Tesla hingga Wali Kota Paris Anne Hidalgo yang juga masuk daftar penerima penghargaan pahlawan transportasi tersebut.

////

TRIBUN-MEDAN.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendadak mendapat penghargaan terbaik di dunia terkait kinerjanya sebagai gubernur.

Ya, sebuah organisasi/lembaga memberinya  peneghargaan pahlawan transportasi.

Hal tersebut menjadi sorota publik hingga ditanggapi oleh Politisi PDIP.


Foto : Anies Baswedan. (politik.rmol.id)

Politisi PDIP Gilbert Simanjuntak meragukan kredibilitas Transformative Urban Mobility Initiative (TUMI), selaku pihak pemberi penghargaan pahlawan transportasi kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Adapun nama Anies masuk dalam jajaran 21 pahlawan dalam 21Heroes2021 lantaran dianggap berhasil membangun transportasi ramah lingkungan yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

"Saya merasa ada yang ganjil soal lembaga TUMI ini, karena tidak jelas. Kredibilitasnya juga saya ragukan," ucapnya, Sabtu (6/2/2021).

Selain itu, anggota Komisi B DPRD DKI turut mempertanyakan kriteria dari pemberian penghargaan itu sehingga nama Anies sejajar dengan Elon Musk, CEO SpaceX (pendiri pesawat antariksa) dan Arsitek Produksi Mobil Tesla hingga Wali Kota Paris Anne Hidalgo yang juga masuk daftar tersebut.

"Perlu kejelasan kriteria TUMI tersebut dan transparansi (penilaian) seperti apa," ujarnya saat dikonfirmasi.

Keraguan ini disampaikan Gilbert lantaran merasa tak ada perkembangan berarti yang dilakukan Anies selama ini di bidang transportasi.

Integrasi transportasi umum lewat program JakLingko yang menjadi unggulan Anies pun dinilai belum mampu memberikan dampak positif pada perbaikan transportasi publik di ibu kota.

"Sejauh ini tidak ada yang bermakna di bidang transportasi, seperti yang kami evaluasi di Komisi B," ujarnya.

Di masa pandemi Covid-19 ini, Gilbert menilai, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu justru membuat kebijakan yang keliru.

"Kebijakan ganjil genap mobil (di masa pandemi Covid-19) malah membuat warga pindah ke transportasi publik yang diikuti peningkatan kasus Covid-19, dimana 70 persen merupakan pengguna angkutan publik," kata dia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved