Miliarder Jepang Maezawa Keluarkan Biaya Fantastis Berwisata Luar Angkasa dengan Roket Rusia
Miliarder Jepang Yusaku Maezawa melakukan perjalanan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Semangat Maezawa untuk perjalanan ruang angkasa telah didokumentasikan dengan baik dalam beberapa tahun terakhir.
Dia membuat berita internasional pada 2019 ketika dinyatakan sebagai penumpang pribadi pertama, yang dijadwalkan diterbangkan di sekitar Bulan oleh SpaceX, perusahaan yang dimiliki oleh sesama miliarder Elon Musk.
Penerbangan itu, yang disebut dearMoon, dan dijadwalkan terjadi pada 2023. Maezawa mengumumkan pada Maret bahwa dia akan membawa delapan anggota masyarakat bersamanya dan menanggung biaya seluruh perjalanan.
Tahun lalu, ia juga meluncurkan dokumenter pencarian pacar baru untuk bergabung dengannya dalam perjalanan, sebelum membatalkannya karena "perasaan yang campur aduk".
Dia juga menarik kontroversi karena membagikan banyak hadiah uang tunai di Twitter. Pada 2019 salah satu unggahannya menjadi tweet yang paling banyak di-retweet saat itu, setelah menjanjikan insentif finansial.
Maezawa mengatakan dia akan melakukan “giveaway” lain dari luar angkasa pada perjalanan terbarunya.
Kebangkitan pariwisata luar angkasa Rusia
Analisis oleh Olga Ivshina dan Kateryna Khinkulova dari BBC Rusia membandingkan eksplorasi luar angkasa yang dilakukan milioner barat dengan Rusia.
Menurutnya, di Barat, orang-orang seperti Richard Branson, Elon Musk, dan Jeff Bezos telah bekerja mengembangkan sektor terpisah dari eksplorasi ruang angkasa yang murni untuk hiburan para jutawan.
Tetapi Rusia belum menemukan cara untuk memisahkan turis dari kosmonot profesional negaranya.
Ketika sebuah turis pergi ke luar angkasa dengan tiket Rusia, mereka harus secara fisik dan, sampai batas tertentu, secara teknis, dipersiapkan dengan baik sebagai astronot profesional, dan naik sebagai tim dengan kru luar angkasa.
Ini membutuhkan lebih banyak waktu, uang, dan sumber daya lainnya. Program ini juga telah memunculkan kritik bahwa para turis mengambil ruang berharga, yang seharusnya disediakan hanya untuk para profesional saja.
Namun, apa yang ditawarkan Rusia kepada wisatawan bisa dibilang merupakan pengalaman luar angkasa yang jauh lebih nyata.
Penerbangan luar angkasa komersial Barat nyaris tidak melanggar batas antara atmosfer Bumi dan luar angkasa, yang dikenal sebagai garis Karman, pada ketinggian 100 km di atas permukaan laut.
Perjalanan ini memungkinkan kru untuk merasakan gravitasi nol, menikmati pemandangan yang mengesankan, lalu dengan cepat kembali ke Bumi. Perjalanan berlangsung 10-15 menit dan tidak memerlukan pelatihan yang rumit.
Di Rusia, sistemnya jauh lebih kaku. Jika seorang turis pergi ke luar angkasa, mereka harus tinggal selama minimal satu minggu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Miliarder-Jepang-Yusaku-Maezawa.jpg)