Elon Musk 'Nyinyir' Twitter, Posting Foto Josef Stalin Berwajah Parag Agrawal CEO Baru Twitter
Pendiri Perusahaan mobil listrik, Telsa, Elon Musk kembali berulah. Ia lagi-lagi menyinggung pergantian kursi CEO Twitter.
TRIBUN-MEDAN.com - Pendiri Perusahaan mobil listrik, Telsa, Elon Musk kembali berulah. Ia lagi-lagi menyinggung pergantian kursi CEO Twitter.
Elon Musk menyampaikan Komentar dengan cara menyindir lewat sebuah meme, seperti yang kerap dilakukan selama ini.
Beberapa saat setelah CEO lama Twitter, Jack Dorsey mengumumkan alih jabatannya ke Parag Agrawal, Musk mengunggah sebuah meme.
Dalam meme itu, Musk sengaja mengedit foto dua tokoh asal Rusia, Josef Stalin dan Nikolay Yezhov.
Wajah Stalin diganti dengan wajah Agrawal, sementara wajah Yezhov diganti dengan wajah Dorsey.
Meme itu terdiri dari dua gambar.
Gambar pertama menampilkan dua sosok "editan itu", kemudian gambar kedua, sosok "Dorsey" menghilang dengan efek cipratan air di belakang dan hanya menyisakan foto "Agrawal".
Maksudnya, sosok "Dorsey" hilang dilempar ke sungai.
Menurut sejarah, Nikolai Yezhov alias The Dwarf (kurcaci), adalah orang kepercayaan Stalin.
Konon, Yeshoz dieksekusi di bawah arahan Stalin pada tahun 1940. Keduanya sempat berfoto di dekat Sungai Moskwa sebelum eksekusi.
Tapi foto yang disebar ke publik rupanya sudah disunting, dengan menghapus foto Yeshoz, yang konon bertujuan untuk menghilangkan jejak sejarah.
Foto itulah yang digunakan sebagai bahan meme oleh Musk.
Tidak jelas apa alasan dan maksud Musk mengunggah meme ini.
Seorang pengguna dengan nama handle @comm_raid membalas meme Musk dengan foto asli Stalin-Yezhov, dan "membantu" pengguna lain memahami guyonan gelap (dark joke) ala Musk.
Satu hal yang pasti, twit ini diunggah Musk setelah Agrawal menjadi sorotan atas komentar lamanya tentang peran media sosial di Amandemen Pertama.
Komentarnya ini dinilai beberapa pihak akan membatasi kebebasan di Twitter, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Fox Business, Kamis (8/12/2021).
"Peran kami (Twitter) tidak terikat oleh Amandemen Pertama, tugas kami adalah untuk melayani percakapan publik yang sehat," kata Agrawal.
Amandemen pertama yang dimaksud mengacu pada Amandemen Pertama Konstitusi Amerika yang menyatakan bahwa "Kongres tidak boleh membuat undang-undang yang menghormati pendirian agama, atau melarang penggunaannya secara bebas, atau memangkas kebebasan berbicara, atau kebebasan pers, atau hak rakyat untuk berkumpul secara damai".
Komentar itu ditambah temuan twit lama Agrawal yang sempat mengangkat isu diskriminasi agama dan ras.
Bukan cuma meme, Musk juga berkomentar ditunjuknya Agrawal menjadi CEO Twitter, menguntungkan Amerika.
Komentar itu ia tulis untuk menjawab twit dari CEO Stripe, Patrick Collison tentang orang-orang India yang menduduki kursi eksekutif di perusahaan teknolog Amerika.
"Amerika untung banyak dari bakat India," tulis Musk.
USA benefits greatly from Indian talent!
— Elon Musk (@elonmusk) November 29, 2021
Sebelum menjabat sebagai CEO Twitter, pria lulusan IIT-Bombay dan Standford University ini sudah bekerja di perusahaan mikroblogging itu sejak tahun 2011.
Agrawal yang kini berusia 37 tahun itu sebelumnya bekerja di Microsoft, Yahoo, dan AT&T.
Tahun 2017, Agrawal menjabat sebagai Chief Technology Officer Twitter.
Sementara itu, Dorsey masih akan menjabat sebagai anggota dewan hingga 2022.
Sosok Parag Agrawal
Sekilas nama Parag Agrawal terdengar asing di telinga. Meski begitu, sebenarnya Agrawal sendiri bukanlah orang baru di Twitter.
Agrawal adalah seorang ilmuwan komputer kelahiran Mumbai India, berusia 37 tahun. Ia adalah lulusan Universitas Stanford AS pada tahun 2012, dengan gelar Doktor (PhD) dalam ilmu komputer.
Sebelum lulus, Agrawal sudah bekerja di Twitter sejak satu dekade yang lalu atau tepatnya pada Oktober 2011. Sebelum di Twitter, Agrawal juga sempat bekerja di bidang penelitian di AT&T Labs, Microsoft dan Yahoo.
Mantan wakil presiden senior produk di Twitter, Kevin Weil mengatakan, Agrawal adalah sosok yang berperan penting dalam pengembangan bisnis inti Twitter.
"Dia sudah ada sejak awal, dari membangun banyak platform iklan Twitter, hingga me-ranking tweet di timeline jadi lebih relevan, dan banyak lagi," kata Weil.
Di masa awal keberadaannya di Twitter, Agrawal disebut menjadi sosok yang menonjol dari unit periklanan Twitter. Ia mengintegrasikan teknologi yang disebut sebagai machine learning, sistem matematika yang dapat mempelajari keterampilan tertentu dengan menganalisis data.
Dengan menggunakan machine learning, Agrawal dan tim mengembangkan suatu cara untuk menargetkan iklan tertentu ke pengguna Twitter tertentu. Cara ini kemudian berhasil membantu meningkatkan pendapatan Twitter.
Pengintegrasian machine learning ke periklanan Twitter disebut menjadi langkah penting, sebab membantu meningkatkan pertumbuhan dan pendapatan Twitter.
Setidaknya begitulah menurut Gopal Rajpurohit, insyinyur software di unit iklan Twitter pada 2012-2018, sebagaimana dihimpun dari CNBC.
Setelah itu, Agrawal bergabung menjadi anggota dari "Grup Arsitektur Twitter" atau T.A.G., tim insinyur top Twitter yang meninjau dan menyempurnakan proyek perusahaan yang sedang dikembangkan.
Agrawal juga dinobatkan sebagai insinyur terkemuka pertama di Twitter karena hasil pekerjaannya yang berdampak pada pendapatan dan percepatan pertumbuhan audiens Twitter pada tahun 2016 dan 2017, sebagaimana dihimpun dari Variety.
Sebelum naik jabatan jadi CEO pada 2021 ini, Agrawal sudah lebih dulu menjabat sebagai Chief Technology Officer (CTO) Twitter sejak 2017.
Sebagai CTO, Agrawal bertanggung jawab memandu pengembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intellligence/AI) dan machine learning di Twitter. Sekaligus bertanggung jawab menyiapkan strategi teknis dari pemanfaatan dua teknologi tersebut.
Di samping itu, Agrawal juga memimpin proyek yang membuat tweet di timeline menjadi lebih relevan bagi pengguna Twitter.
Dalam sebuah twit di akun Twitter pribadinya dengan handle @jack, Dorsey membagikan sebuah e-mail yang ia tulis untuk tim Twitter.
Dalam e-mail itu, Dorsey mendeskripsikan Parag Agrawal sebagai sosok yang pas untuk mengisi posisi CEO Twitter yang ditinggalkannya.
"Dia (Agrawal) telah menjadi pilihan saya selama beberapa waktu mengingat seberapa dalam dia memahami perusahaan dan kebutuhannya," kata Dorsey.
Ia menambahkan, Agrawal juga merupakan sosok yang berada di balik setiap keputusan penting Twitter yang membantu perusahaan berubah.
Dorsey melihat Agrawal sebagai sosok yang ingin tahu, suka mengeksplorasi, rasional, kreatif, sadar diri, dan rendah hati. Di bawah kepemimpinan Agrawal, Dorsey mengatakan, tim Twitter memiliki potensi untuk mengubah perusahaan ke arah yang lebih baik.
"Kepercayaan saya kepadanya (Agrawal) sebagai CEO, sangat dalam," kata Dorsey.
Penerus spiritual Dorsey
Beberapa pengamat teknologi menyebut Parag Agrawal pantas menjadi CEO Twitter, karena Agrawal adalah "penerus spiritual" dari Jack Dorsey.
Sebab, baik Dorsey dan Agrawal disebut sama-sama pendiam, sopan, sangat paham teknis, dan antusias soal internet, di mana kekuasaan dan kontrol diberikan kembali kepada pengguna (user).
Selain itu, Agrawal telah menjadi partner terdekat Dorsey selama beberapa waktu, untuk mempertimbangkan masa depan Twitter.
Menurut seorang mantan eksekutif Twitter yang tak ingin disebut namanya, Dorsey dan Agrawal memiliki visi yang sama untuk mendesentralisasikan media sosial.
Secara khusus, sebelumnya, Agrawal juga ditugaskan untuk memimpin Project Bluesky pada tahun 2019.
Bluesky adalah sebuah proyek penelitian Twitter untuk menetapkan standar terbuka dan terdesentralisasi untuk platform media sosial, termasuk soal moderasi dan algoritma yang bisa diatur oleh penggunanya sendiri.
Agrawal juga jadi sosok di balik upaya Twitter memasukkan mata uang kripto (cryptocurrency) seperti Bitcoin, ke platform Twitter untuk keperluan memberikan tip ke kreator konten.
• Fitur Baru Instagram Take a Break Ingatkan Pengguna untuk Istirahat Sejenak dari Media Sosial
• Facebook Lindungi Akun yang Jadi Target Peretasan dengan Kirim Notifikasi Fitur Facebook Protect
Gaji CEO Twitter yang baru
Parag Agrawal sudah resmi menjadi CEO Twitter, menggantikan Jack Dorsey, mulai Senin (29/11/2021). Agrawal bakal menjadi nakhoda baru tim Twitter yang kini berjumlah lebih dari 5.500 orang.
Menurut dokumen pengajuan (filing) Twitter ke Komisi Pasar Modal AS (Securities Exchange Commission/SEC), Agrawal bakal menerima gaji tahunan sebesar 1 juta dollar AS (sekitar Rp 14,3 miliar).
Selain gaji, Agrawal juga bakal mendapatkan dua kompensasi tambahan berupa unit saham terbatas (restricted stock units/RSU) senilai masing-masing 12,5 juta dollar AS (kira-kira Rp 178,8 miliar), sebagaimana dihimpun dari The New York Times, Selasa (30/11/2021).
Dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, Agrawal bisa mendapatkan kompensasi dalam bentuk unit saham Twitter terbatas, dengan total sekitar Rp 357,6 miliar.
Sebagai CEO baru, Agrawal diharapkan dapat memenuhi target internal Twitter yang cukup agresif.
Twitter mengatakan awal tahun ini bahwa mereka bertujuan untuk memiliki 315 juta pengguna aktif harian (daily active user/DAU) yang dapat dimonetisasi pada akhir 2023.
Target lainnya, setidaknya perusahaan juga dapat menggandakan pendapatan tahunannya pada 2023.
Menurut data Statista untuk kuartal III-2021, Twitter sendiri saat ini memiliki 211 juta pengguna aktif harian yang dapat dimonetisasi.
• Pasar Kripto Semakin Perkasa, Facebook Terima Iklan Kripto dan Twitter Sebut Bitcoin Masa Depan
• Twitter Perketat Posting Foto Tanpa Izin, Pengguna Harus Patuhi Syarat dan Ketentuan
(*/tribun-medan.com)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ceo-tesla-elon-musk-2.jpg)