SOSOK Elnoviamy, Pendiri Bimbingan Belajar, Senang Punya Ikatan Emosional Dengan Anak Didiknya
Kehadiran Paddington Learning yang ia dirikan pada tahun 2018 ini awalnya tidak direncanakan dari awal
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejak duduk di bangku SMA, Elnoviamy begitu mencintai dunia pendidikan dan public speaking.
Hal ini membuat Amy, panggilan akrabnya, terjun sebagai pengajar bahasa Inggris di bimbingan belajar yang didirikannya.
Diceritakan Amy, kehadiran Paddington Learning yang ia dirikan pada tahun 2018 ini awalnya tidak direncanakan dari awal, melainkan untuk menunggu ijazah dari University College London (UCL) Inggris dalam rentang waktu tujuh bulan.
Namun ternyata selama merintis Paddington Learning, Amy seperti menemukan optimisme baru dengan membantu anak-anak di wilayah Medan Utara untuk mendapatkan pendidikan bahasa Inggris dengan biaya yang terjangkau.
Dengan mengusung konsep awal khusus untuk bimbel kepada anak-anak, Amy mencurahkan sistem pengajaran yang mudah untuk dimengerti anak-anak.
"Aku senang terhubung dengan anak-anak, kita tidak akan tahu bagian mana dari kelas itu yang mungkin bisa menginspirasi murid tersebut untuk menjadi lebih baik.
Jadi yang buat saya happy melakukan ini, saya sadar ketika kita berusaha terhubung dengan murid, kita bisa mengajak mereka lebih baik. Kalau kita hanya sekadar mengajar ajak tidak akan ada ikatan emosional itu," ungkap Amy, Sabtu (4/12/2021).
Baca juga: Tak Mau Hancur, Gading Marten Sadar Pekerjaan Artis Harus Memiliki Kebebasan Finansial,Ini Tujuannya
Berjalan selama empat tahun, kini Amy tak hanya membuka bimbingan belajar untuk anak-anak namun juga membuka lembaga pendidikan khusus untuk dewasa yakni The Language Access (TLA)
Dengan metode pengajaran Amy yang mudah, kini TLA sudah mendapatkan banyak murid dari beragam lembaga BUMN, perusahaan swasta dan juga mentraining para guru atau tentor dalam teknik pengajaran bahasa Inggris.
"Awalnya desain Paddington Learning mau anak-anak seperti brosur, desain ruangan, dan logo. Nah kita tidak tahu ternyata pada hari pertama dibuka, kita juga deal dengan perusahaan BUMN yang ternyata butuh guru bahasa Inggris.
Jauh adanya TLA ini, kita sudah beri layanan untuk pegawai tapi sekarang udah berjalan sendiri dengan lembaga yang terpisah," ujar Amy.
Berprofesi sebagai guru, ternyata Amy yang hobi berbicara ini sempat berkeinginan untuk menjadi pengacara.
Namun, hal tersebut berubah setelah ia temukan kenikmatan saat mengajar ketika duduk di bangku SMA.
"Saya gemar bercerita dan terhubung dengan orang. Ketika saya bercerita dan mendengar cita cita orang, rasanya itu hal yang berasa hidup, ya sederhananya menjadi guru. Jadi dulu mikirnya jadi pengacara, tapi setelah SMA yang udah mengajar bahasa Inggris, rasanya cita-cita pengacara pelan-pelan gak ada lagi, malah enak banget ketemu murid dan mengobrol mendengar impian mereka," jelasnya.
Bagi Amy, dalam menjalani hidup tentu turut mengalami suka duka dengan porsinya masing-masing. Terlebih bagi Amy, ia kemudian mengenang masa-masa menjalani program magister di University College London dalam kondisi hamil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/elnoviamy-pendiri-bimbingan-belajar.jpg)