WHO Wanti-wanti Gelombang Ketiga Pandemi Covid-19

Mutasi virus corona yang satu ini lebih menular dari varian-varian sebelumnya seperti Delta.

Editor: AbdiTumanggor
KONTAN.CO.ID
Covid Varian Baru Kini Muncul di Beberapa Negara Selain Afrika Selatan. 

Seorang ahli dari Afrika Selatan pun menjelaskan, beberapa mutasi dari varian Omicron dapat menyebabkan resistensi terhadap antibodi penetralisir dan peningkatan penularan.

Selain itu, Kepala Penasihat Medis Badan Keamanan Kesehatan Inggris Susan Hopkins mengatakan, sejumlah mutasi varian Omicron belum pernah terlihat sebelumnya.

Jadi, menurut Hopkins, belum informasi yang pasti terkait bagaimana varian Omicron akan berinteraksi dengan yang lain dan menjadikannya sebagai varian paling kompleks sejauh ini.

3. Jadi Variant of Concern (VOC) WHO

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mulai menetapkan varian Omicron sebagai salah satu yang termasuk dalam Variant of Concern (VoC), pada Jumat (26/11/2011).

Penetapan itu dilakukan karena varian Omicron disebut memiliki kemampuan mutasi yang mengkhawatirkan, dan bukti awal menunjukkan adanya peningkatan risiko terinfeksi ulang bagi yang pernah terpapar.

4. Tingkat penularan

Meski belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa varian Omicron lebih menular daripada varian-varian yang lain, namun, angka infeksi varian Omicron di Afrika Selatan mengalami peningkatan yang signifikan.

Hingga 16 November 2021 saja, kasus infeksi varian Omicron telah mencapai angka 273, dan melonjak sebanyak lebih dari 1.200 kasus pada pekan ini.

Berdasarkan data terbaru, dapat diketahui bahwa 80 persen lebih di antaranya berasal dari Provinsi Gauteng, Afrika Selatan, sehingga tergolong sebagai strain dominan di kawasan itu.

Adapun, nilai R atau nilai yang menunjukkan kecepatan persebaran strain secara epidemis adalah 1,47 untuk Afrika Selatan secara keseluruhan, dan 1.92 untuk Gauteng.

Angka tersebut terlampau sangat tinggi, karena sudah melebihi 1,0 sehingga penyebarannya dapat terus terjadi.

5. Pengaruh terhadap efektivitas vaksin

Sampai detik ini, berbagai penelitian terus dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh efektifitas vaksin yang sudah untuk menghadapi varian Omicron.

Para ahli berharap antibodi seseorang yang dihasilkan dari vaksinasi maupun dari infeksi sebelumnya masih cukup kuat untuk mengenali varian Omicron.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved