Liga Champions
SOSOK Junior Messias, Si Kurir Pengantar Kemenangan Perdana AC Milan di Liga Champions
Messias bukan lagi kurir yang mengantarkan peralatan elektronik seperti mesin cuci dan kulkas, pekerjaan yang dijalaninya sepuluh hingga enam tahun
TRIBUN-MEDAN.com - Sosok Junior Messias, si kurir pengantar kemenangan untuk AC Milan dalam laga kontra Atletico Madrid di Liga Champions 2021-2022.
AC Milan gagal membuka keunggulan. Mereka punya empat peluang, tapi hanya berhasil melepaskan satu tembakan tepat sasaran.
Sebanyak 69 ribu penonton yang hadir di markas Atletico Madrid, Wanda Metropolitano, hanya menyaksikan empat puluh lima menit pertandingan yang berakhir tanpa gol.
Bagi AC Milan, kemenangan dalam laga Rabu (25/11/2021) itu merupakan harga mati jika ingin menjaga asa untuk lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2021-2022.
Atletico Madrid memang bukan lawan yang mudah bagi AC Milan. Tapi, pasukan Diego Simeone bahkan tak bisa menembak ke gawang dari dua percobaan yang mereka lakukan pada babak pertama.
Baca juga: JAM Tayang Arsenal Vs Newcastle Besok, Misi Bangkit The Gunners Petik 3 PIN, Live Mola TV
Usai turun minum, Los Rojiblancos baru berhasil menciptakan dua tembakan tepat sasaran dari empat kesempatan yang mereka dapatkan.
Namun, malam itu bukan milik mereka, melainkan milik tim tamu.
I Rossoneri sempat kesulitan merobek jala gawang Jan Oblak meski beberapa kali mendapatkan peluang emas dalam satu jam pertama.
Pelatih AC Milan, Stefano Pioli, memutuskan untuk melakukan empat pergantian pemain pada menit ke-65.
Salah satu pemain yang ditarik keluar oleh Pioli adalah Rade Krunic, untuk digantikan dengan rekrutan musim panas mereka, Junior Messias.
Siapa sangka, keputusan menurunkan Messias menjadi pilihan tepat bagi Milan malam itu.
Baca juga: PREDIKSI Calon Lawan PSMS Medan Babak 8 Besar, Bakal Satu Grup Lawan Dewa United dan PSIM
Tiga menit menjelang pertandingan berakhir dalam waktu normal, penggemar Milan dibuat bersorak.
Messias mendekati gawang, muncul di antara Jose Maria Gimenez dan Luis Suarez, lantas menanduk bola umpan tarik Franck Kessie di sisi kanan pertahanan Atletico.
Bola sundulan Messias itu berhasil bersarang di gawang Jan Oblak.
AC Milan unggul 1-0 atas Atletico Madrid dan skor itu bertahan hingga wasit Slavko Vincic meniup peluit panjang.
Messias mencetak gol dengan tembakan pertamanya untuk AC Milan.
Sebelum Messias, pemain Brasil terakhir yang mencetak gol untuk Milan di Liga Champions adalah Kaka, yang juga mencetak gol ke gawang Atletico Madrid.
Usai laga, Messias mengatakan bahwa gol dan kemenangan itu ia dedikasikan untuk keluarga dan teman-temannya di kampung halaman.
"Dan terutama kepada mereka yang percaya pada saya dan yang memiliki keyakinan untuk membawa saya ke Milan," kata Messias kepada Amazon Prime, dikutip dari Reuters.
"Saya memiliki jalan yang berbeda dengan orang lain, jadi saya mendedikasikan gol ini untuk mereka," ujarnya lagi.
Messias tidak melebih-lebihkan dan prestasinya menjadi semakin luar biasa jika melihat perjalanannya menuju puncak.
Junior Walter Messias lahir pada 13 Mei 1991 di Belo Horizonte, kota terbesar keempat di Brasil.
Saat usianya menginjak 20 tahun, ia pindah dari Brasil ke Italia untuk mencari pekerjaan.
Messias hanya berhubungan dengan dunia sepak bola ketika ikut membentuk tim bersama warga Peru di Turin untuk ikut divisi amatir.
Baca juga: LIGA CHAMPIONS - Syarat Barcelona, AC Milan Bisa Lolos Babak 16 Besar di Laga Penentu
Sepak bola, bagi Messias waktu itu, hanya hobi di sela-sela pekerjaannya.
Namun, bakat Messias tercium oleh mantan pemain Torino, Ezio Rossi, yang kemudian mengajaknya bergabung dengan tim Serie D, Casale.
Messias menolak kesempatan itu karena berpikir kegiatannya bersama Casale akan mempengaruhi jadwal kerjanya.
Rossi tetap bersikeras dan Messias akhirnya mengalah, lalu bergabung dengan Casale pada 2015.
Messias hanya bermain satu tahun bersama Casale dan menghabiskan dua tahun setelahnya untuk berkarier dengan Chieri dan Gozzano.
Keberhasilannya membawa Gozzano promosi ke Serie C pada musim 2018-2019 membuat Crotone tertarik untuk merekrutnya.
Setelah sempat menjadi pemain pinjaman selama enam bulan, Messias dipermanenkan Crotone pada Juni 2019.
Ia menjadi salah satu sosok penting dalam keberhasilan Crotone promosi ke Serie A untuk musim 2020-2021.
Namun, hanya satu musim mencicipi Serie A, Messias kembali harus bermain di kasta kedua pada musim 2021-2022 lantaran Crotone degradasi.
Dewi Fortuna mendatangi Messias pada musim panas 2021 ketika Milan meminjamnya untuk satu tahun ke depan dengan opsi untuk membeli pada akhir musim.
Bahkan jika pada akhirnya Milan tidak mengambil opsi untuk membelinya dari Crotone, Messias tetap akan menciptakan kisah dongeng.
Ia melakukan perjalanan dari tim-tim Serie D ke menuju klub raksasa Serie A hanya dalam tiga tahun.
Dan kisahnya semakin terasa bak dongeng ketika ia menciptakan gol krusial dalam penampilan ketiganya untuk Milan.
Messias bukan lagi kurir yang mengantarkan peralatan elektronik seperti mesin cuci dan kulkas, pekerjaan yang dijalaninya sepuluh hingga enam tahun lalu.
Messias, dengan golnya ke gawang Atletico Madrid, menjadi kurir pengantar kemenangan bagi AC Milan.
Sumber BolaSport.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/junior-messias-cetak-gol-perdana.jpg)