Kompor Induksi Diklaim Bikin Hemat

Presiden Perintahkan Konversi LPG ke Kompor Induksi, PLN: Bisa Hemat Hampir Rp30 Ribu per Bulan

Presiden RI Joko Widodo meminta adanya transisi energi. Satu diantaranya adalah transisi kompor LPG ke kompor induksi atau listrik

Tayang:
Editor: Array A Argus
HO
Seorang pedagang saat mencoba memasak menggunakan kompor induksi atau kompor listrik 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Pemerintah saat ini gencar mengimbau masyarakat untuk beralih dari kompor berbasis energi import (LPG) ke kompor berbasis energi domestik (kompor listrik) atau yang lebih dikenal kompor induksi.

Pengalihan ini bertujuan sebagai solusi menekan impor dan memperbaiki neraca perdagangan, lantaran setiap bulannya Pertamina harus mengimpor migas dalam jumlah besar dan mahal.

Pekan lalu, Presiden Joko Widodo mengumpulkan jajaran direksi serta komisaris PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero). 

Dalam salah satu arahannya, Jokowi meminta program transisi energi dijalankan, seperti penggunaan kendaraan listrik dan kompor induksi. 

Baca juga: Biaya Lebih Hemat, PLN Sarankan Masyarakat Beralih ke Kompor Listrik

"Kalau kita bisa mengalihkan itu ke energi yang lain, misalnya mobil diganti listrik semuanya, gas rumah tangga diganti listrik semuanya, karena di PLN oversupply. Artinya, pasokan dari PLN terserap, impor minyak di Pertamina turun," ungkap Jokowi.

Merespons arahan Presiden, PLN berkomitmen siap menjalankan program konversi kompor induksi, sejalan dengan PLN yang sebenarnya tengah menggulirkan program Satu Juta Kompor Induksi. 

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril mengatakan dengan cadangan daya yang telah lebih dari 30 persen di hampir seluruh sistem kelistrikan, PLN siap mendukung program konversi kompor induksi.  

"PLN juga siap menggulirkan diskon tambah daya guna mempermudah pelanggan untuk beralih ke kompor induksi," ungkap Bob, Selasa (23/11/2021).

Baca juga: Nanolite Hadirkan Solusi Pencahayaan Kualitas Terbaik, Harga Kompetitif dan Hemat Energi

Salah satunya saat ini tengah berjalan, PLN memberikan harga khusus tambah daya hanya sebesar Rp 150 ribu melalui program Nyaman Kompor Induksi 2021 bagi pelanggan yang membeli kompor induksi melalui partner yang memiliki kerjasama dengan PLN.

Dari sisi penggunaan, kompor induksi juga lebih murah dibandingkan dengan kompor LPG. 

Hasil uji coba menunjukan, untuk memasak 1 liter air menggunakan kompor induksi 1.200 watt hanya memerlukan biaya sebesar Rp 158, sementara dengan kompor elpiji tabung 12 kilogram sekitar Rp 176. 

Sehingga dengan pola memasak rata-rata masyarakat di Indonesia, terjadi penghematan Rp28.500 dari biaya memasak setiap bulan. 

Selain itu, karena ini sifatnya mengubah kebiasaan masyarakat, PLN juga terus mengampanyekan electrifying lifestyle yang salah satunya penggunaan kompor induksi. 

Baca juga: Peringati Hari Bumi, Sekolah Alam Bukit Hijau Medan Gelar Kampanye Hemat Energi Bersama

“Kami memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kelebihan dan manfaat penggunaan kompor induksi," tutur Bob.

Dari sisi waktu memasak juga lebih hemat karena kompor induksi memungkinkan penyebaran panas yang lebih merata ketimbang kompor gas.

Hal ini memungkinkan aktivitas memasak lebih cepat, sehingga hemat waktu. Waktu masak yang lebih cepat akan membuat kompor listrik lebih hemat penggunaan energi daripada gas. 

Dari sisi penghematan, sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan penggunaan induksi berpotensi memberikan penghematan Rp 60 triliun bagi negara. 

"Ini percepatan penekanan impor dalam 5 tahun ke depan, kalau kita bisa ubah minyak tanah ke LPG kenapa ga ubah LPG ke listrik saja," kata Erick dalam konferensi pers pada 31 Maret 2021 lalu.(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved